Kompas.com - 16/07/2020, 16:58 WIB
ilustrasi sekolah menengah pertama. DRIilustrasi sekolah menengah pertama.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Aksi pengunduran diri yang dilakukan 64 kepala sekolah menengah pertama (SMP) negeri se-Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, ternyata bukan kali pertama diajukan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Inhu Ibrahim Alimin mengatakan, pengunduran diri sudah pernah diajukan pada 2019 lalu.

"Alasan pengunduran diri waktu itu ya sama dengan yang sekarang. Mereka tidak nyaman karena diganggu oknum-oknum dalam pengelolaan dana BOS," kata Ibrahim saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Mengundurkan Diri, 64 Kepala Sekolah SMP Diduga Diperas Penegak Hukum

Namun, menurut Ibrahim, pada saat itu pihaknya berhasil membujuk, sehingga para kepala sekolah tidak jadi mengundurkan diri.

"Kita sampaikan ke mereka, guru-guru butuh kepala sekolah dan mereka memahaminya kala itu dan masih mau bertahan," sebut Ibrahim.

Namun, sampai saat ini para kepala sekolah masih mengalami gangguan-gangguan dari oknum tertentu terkait pengelolaan dana BOS.

Bahkan, ada kepala sekolah yang diduga diperas oleh oknum penegak hukum.

Menurut Ibrahim, para kepala sekolah mengaku sudah tidak tahan lagi dan memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

"Mereka minta jadi guru biasa saja," sebut Ibrahim.

Baca juga: Kasus Penusukan Kapolsek, 10 Ibu-ibu Termasuk Jadi Tersangka

 Adapun pengunduran diri 64 kepala sekolah SMP negeri itu belum dikabulkan.

Sebab pengajuan pengunduran diri tersebut masih dalam proses.

Persoalan itu juga sudah dilaporkan kepada Bupati Inhu Yopi Arianto dan Inspektorat Inhu.

"Belum diputuskan. Yang jelas saya sudah sampaikan ke Bupati, apakah dikabulkan atau tidak itu tergantung Bupati nantinya," kata Ibrahim.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 64 orang kepala SMP negeri di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mendadak kompak mengundurkan diri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X