Kompas.com - 16/07/2020, 12:51 WIB
Warga menyelamatkan barang miliknya di sekitar rumah yang tertimbun lumpur dan batang pohon akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang. ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHEWarga menyelamatkan barang miliknya di sekitar rumah yang tertimbun lumpur dan batang pohon akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang.

KOMPAS.com- Banjir bandang menerjang enam kecamatan di Luwu Utara, Senin (13/7/2020).

Banjir itu membawa duka dan trauma, salah satunya bagi Mantasia.

Mantasia harus menyaksikan dengan mata dan kepala sendiri bagaimana banjir meluluhlantakkan wilayahnya.

Ia kini, mengalami trauma dan kerap berteriak jika mengingat musibah itu terjadi.

"Saya selalu mengingat anak-anak teriak banjir. Jika mengingat itu (banjir) saya kadang-kadang teriak tanpa sadar," kata dia di pengungsian masjid Kantor Bupati Luwu Utara, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Banjir Bandang di Masamba: 19 Korban Meninggal, 23 Hilang, 15.000 Mengungsi

Ketakutan dengar kata 'banjir'

Warga memerhatikan rumah yang tertimbun lumpur akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang.ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE Warga memerhatikan rumah yang tertimbun lumpur akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang.
Dalam bencana itu, Mantasia harus menyaksikan dengan mata dan kepala sendiri bagaimana banjir merobohkan tempat tinggalnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami melihat rumah kami ambruk diterjang banjir, saat itu tinggal atap satu jengkal sempat terlihat lalu tertutup banjir," papar Mantasia.

Hal tersebut membuat perempuan itu trauma. Mantasia masih merinding bila mendengar kata banjir.

"Apalagi mendengar kata banjir, waduh ya Allah tolonglah kami ini," ujar dia pilu.

Baca juga: Anak dan Bayi Pengungsi Banjir Bandang Masamba Harus Tidur di Lantai Tanpa Selimut

Korban banjir mengungsi di beberapa tempat termasuk rumah ibadah, kondisi pengungsi untuk bayi dan anak-anak memprihatinkan dan butuh kelengkapan dasar seperti selimut, susu formula dan kelengkapan bayi lainnya, Kamis (16/07/2020)MUH. AMRAN AMIR Korban banjir mengungsi di beberapa tempat termasuk rumah ibadah, kondisi pengungsi untuk bayi dan anak-anak memprihatinkan dan butuh kelengkapan dasar seperti selimut, susu formula dan kelengkapan bayi lainnya, Kamis (16/07/2020)

Mengungsi sejak tiga malam terakhir

Mantasia, bayinya dan warga korban banjir lainnya kini mengungsi.

Tanpa bisa menyelamatkan harta benda, mereka menempati masjid di Kantor Bupati Luwu Utara sejak tiga malam terakhir.

Di tempat itu, kata Mantasia, anak-anak harus tidur dengan kondisi seadanya dan menahan dingin.

“Kami sudah tiga malam di sini, kebutuhan anak-anak kami apa adanya, cukup tidur beralaskan kain-kain yang ada bahkan tanpa alas di lantai,” kata dia.

Ia berharap ada pihak yang segera memberikan bantuan sehingga kondisi mereka jauh lebih baik.

“Butuh bantal, selimut, susu formula, dan popok (untuk bayi). Kalau kami yang dewasa cukup perlengkapan dalam dan pakaian biasa serta sarung, karena hanya pakaian yang kami pakai yang tersisa,” ucap Mantasia.

Baca juga: Update Banjir Bandang di Masamba: 21 Korban Meninggal, 2 Masih Dicari

Banjir Luwu Utara, 21 orang tewas

Tim Gabungan Basarnas Tni dan Polri serta Relawan membawa jenazah korban banjir di Radda, Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Rabu (15/07/2020) sore kemarin.MUH. AMRAN AMIR Tim Gabungan Basarnas Tni dan Polri serta Relawan membawa jenazah korban banjir di Radda, Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Rabu (15/07/2020) sore kemarin.
Senin (13/7/2020) lalu, banjir menerjang enam kecamatan di Luwu Utara.

Sebanyak 21 orang tewas dalam musibah ini.

Banjir juga mengakibatkan Jalan Trans Sulawesi lumpuh lantaran tertutup lumpur.

Puluhan ribu warga pun mengungsi mencari tempat yang aman.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.