Video Perempuan Tanpa Busana yang Ternyata Anaknya Tersebar, Dosen Uncen: 302 Orang Akan Saya Laporkan

Kompas.com - 16/07/2020, 09:01 WIB
Tangkapan layar saat Marinus Yaung menjadi salah satu pemateri dalam webinar Mengapa Isu Papua Diinternasionalisasi pada Senin (13/7/5/2020) IstimewaTangkapan layar saat Marinus Yaung menjadi salah satu pemateri dalam webinar Mengapa Isu Papua Diinternasionalisasi pada Senin (13/7/5/2020)

KOMPAS.com- Dosen Universitas Cenderawasih (Uncen) Marinus Yaung geram dengan penyebar video perempuan tanpa busana di belakangnya saat webinar.

Ia berjanji akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Marinus bahkan telah mendata ratusan orang yang akan ia laporkan terkait penyebaran informasi yang tak benar dari kasus tersebut.

"Sampai hari ini sudah 302 orang yang akan saya laporkan dan belum ada yang minta maaf," tutur Marinus.

Baca juga: Perempuan Tanpa Busana Muncul di Belakangnya Saat Webinar, Ini Klarifikasi Dosen Uncen

Berawal muncul perempuan tanpa busana, ternyata anaknya

Ilustrasi rapat onlineshutterstock Ilustrasi rapat online
Kasus ini berawal ketika Marinus menjadi pembicara dalam sebuah webinar yang mengusung tema "Mengapa Isu Papua Diinternasionalisasi", Senin (13/7/2020).

Tiba-tiba seorang perempuan tanpa busana yang ternyata adalah anak Marinus muncul di belakangnya.

Foto tangkapan layar dan video tersebut pun tersebar secara cepat. Beberapa pengunggah menyebutkan, perempuan di belakang Marinus adalah pekerja seks komersial (PSK).

Baca juga: Tampilan Wapres Maruf Amin Dipenuhi Coretan Saat Webinar, Rektor UIN Malang: Kita Akan Usut

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X