3 Kabupaten di Maluku Diizinkan Gelar Belajar Tatap Muka, Ini Syaratnya

Kompas.com - 15/07/2020, 22:04 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji

AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Maluku hanya mengizinkan tiga kabupaten untuk menggelar sistem belajar tatap muka. Tiga daerah itu masuk dalam kategori zona hijau Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Insun Sangadji mengatakan, daerah itu adalah Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Sistem belajar tatap muka itu hanya di zona hijau, yaitu Buru Selatan, Tanimbar dan Aru. Jadi tiga itu saja yang boleh tatap muka,” kata Insun saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/7/2020).

Meski begitu, pembukaan sekolah di tiga kabupaten itu harus mendapatkan persetujuan dari Gugus Tugas Covid-19 terlebih dulu.

Sekolah, kata dia, juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Baca juga: 4 Hari Terombang-ambing di Lautan karena Kapal Bocor, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

“Tetap diutamakan (protokol kesehatan), dan kalau mereka mau buka sekolah itu juga harus berdasarkan persetujuan dua pihak yakni gugus tugas (setempat) dan orangtua murid. Kalau orangtua murid dan gugus tugas tidak setuju, maka sekolah tidak boleh dibuka,” kata dia.

Sedangkan delapan kabupaten dan kota lain tak boleh melaksanakan aktivitas belajar dengan metode tatap muka.

Di antaranya, Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Lalu, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Barat Daya, dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X