Investigasi Kisruh Dana PKH di Ogan Ilir, DPRD Panggil BRI Sebagai Bank Penyalur

Kompas.com - 15/07/2020, 20:28 WIB
Suasana pertemuan antara Komisi IV DPRD Ogan Ilir dan pihak BRI Cabang Kayuagung untuk membahas kisruh pencairan dana PKH di Ogan Ilir, Rabu (15/07/2020). KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGSuasana pertemuan antara Komisi IV DPRD Ogan Ilir dan pihak BRI Cabang Kayuagung untuk membahas kisruh pencairan dana PKH di Ogan Ilir, Rabu (15/07/2020).

INDRALAYA, KOMPAS.com - Kisruh pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) membuat pihak DPRD setempat bertindak.

Sebagai bagian dari investigasi DPRD Ogan Ilir melalui Komisi IV pada Rabu (15/7/2020)  memanggil pihak Bank BRI Cabang Kayuagung sebagai bank penyalur dana program tersebut.

Pertemuan antara Komisi IV DPRD Ogan Ilir  dan pihak BRI Cabang Kayuagung dilakukan secara tertutup di ruang komisi tersebut.

Komisi IV dipimpin oleh ketua komisi Rizal Mustopa dan beberapa anggota lain.

Baca juga: Kisruh Program PKH di Ogan Ilir, Warga Menduga Ada Pemotongan Dana

Sedang dari pihak BRI Cabang Kayuagung hadir Kepala Cabang BRI Kayuagung Tommy Salasah dan Kepala Unit BRI Indralaya M Suhendra Putra.

Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustopa kepada wartawan mengatakan, pemanggilan pihak BRI sebagai pihak yang menyalurkan dana program PKH tersebut untuk mengetahui Standar Operasional Prosedur BRI Unit Indralaya dalam penyaluran dana PKH.

Laporan yang diterima DPRD

Komisi IV jelas Rizal banyak menerima laporan warga yang menerima uang tidak sesuai dengan seharusnya.

Ada juga laporan kartu ATM dan buku rekening yang seharusnya dipegang penerima tapi ternyata dipegang oleh pihak lain dalam hal ketua kelompok PKH dan pendamping. 

Ada juga laporan dugaan pemotongan uang PKH oleh oknum tidak bertanggung jawab yang merugikan warga penerima.

Baca juga: Rumah Ditempeli Stiker Demi Allah Kami Warga Miskin, Penerima PKH Mundur

Oleh karena itu tegas Rizal, Komisi IV melakukan invetigasi dengan memanggil sejumlah pihak dan jika ditemukan ada unsur pidana akan direkomendasikan diusut secara pidana ke aparat hukum.

"Pemanggilan pihak BRI merupakan bagian dari investigasi Komisi IV untuk mencari titik pangkal kisruh pencairan dana Program Keluarga Harapan di Kabupaten Ogan Ilir," kata Rizal. 

 

Diproses hukum jika ada tindakan pidana

"Dimana banyak diterima laporan dari masyarakat penerima yang menerima dana PKH tidak sesuai semestinya, ada juga Kartu ATM dan buku rekening bank yang tidak mereka pegang termasuk warga tidak pernah mengetahui berapa uang yang sudah masuk ke dalam rekeningnya," jelas Rizal 

Rizal memastikan Komisi IV akan serius menginvestigasi permasalah tersebut dan jika ditemui adanya dugaan tindakan pidana dalam proses pencairan dana PKH di Ogan Ilir maka akan diserahkan ke pihak berwenang untuk memprosesnya secara hukum.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dana Anggaran Subsidi Kuota Internet untuk Pelajar di Salatiga Rp 2,4 Miliar

Dana Anggaran Subsidi Kuota Internet untuk Pelajar di Salatiga Rp 2,4 Miliar

Regional
Iptu J Diduga Atur Protokoler Brigjen Prasetijo Utomo Bersama Djoko Tjandra di Pontianak

Iptu J Diduga Atur Protokoler Brigjen Prasetijo Utomo Bersama Djoko Tjandra di Pontianak

Regional
Ini Penyebab Angka Kematian akibat Covid-19 di Malang di Atas Rata-rata Nasional

Ini Penyebab Angka Kematian akibat Covid-19 di Malang di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Video Viral Buaya 4,5 Meter Dibawa Pakai Buldoser, Gagal Dievakuasi dan Mati karena Aturan Adat

Video Viral Buaya 4,5 Meter Dibawa Pakai Buldoser, Gagal Dievakuasi dan Mati karena Aturan Adat

Regional
Anggota Polsek Bandara Supadio Pontianak Diperiksa Mabes Polri Terkait Djoko Tjandra

Anggota Polsek Bandara Supadio Pontianak Diperiksa Mabes Polri Terkait Djoko Tjandra

Regional
Pasien Positif Covid-19 Tewas, Loncat dari Lantai 12 Rumah Sakit

Pasien Positif Covid-19 Tewas, Loncat dari Lantai 12 Rumah Sakit

Regional
WN Jepang Jadi Korban Pencurian, Uang 1 Juta Yen Hilang di Penginapan

WN Jepang Jadi Korban Pencurian, Uang 1 Juta Yen Hilang di Penginapan

Regional
Bapak dan Anak Di-'blacklist' karena Daki Gunung Slamet, Ketahuan dari FB

Bapak dan Anak Di-"blacklist" karena Daki Gunung Slamet, Ketahuan dari FB

Regional
Kereta Api Pariwisata Kembali Dioperasikan, Perhatikan Ketentuannya

Kereta Api Pariwisata Kembali Dioperasikan, Perhatikan Ketentuannya

Regional
Kala 'Punakawan' Beraksi di Solo, Ajak Warga Tak Golput

Kala "Punakawan" Beraksi di Solo, Ajak Warga Tak Golput

Regional
Tak Punya 'Smartphone', Siswa SMP Ini Belajar Sendirian di Lab Komputer Sekolah

Tak Punya "Smartphone", Siswa SMP Ini Belajar Sendirian di Lab Komputer Sekolah

Regional
Speedboat Terseret ke Bawah Tongkang Batu Bara, 5 Penumpang Hilang

Speedboat Terseret ke Bawah Tongkang Batu Bara, 5 Penumpang Hilang

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Agustus 2020

Regional
Nekat Daki Gunung Slamet Saat Status Waspada, Bapak dan Anak Ini 'Di-blacklist'

Nekat Daki Gunung Slamet Saat Status Waspada, Bapak dan Anak Ini "Di-blacklist"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X