Banjir Bandang di Masamba: 19 Korban Meninggal, 23 Hilang, 15.000 Mengungsi

Kompas.com - 15/07/2020, 16:58 WIB
Kondisi rumah dan mobil yang tertimbun lumpur akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang. ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHEKondisi rumah dan mobil yang tertimbun lumpur akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020). Banjir bandang yang terjadi akibat tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan warga dilaporkan masih dalam pencarian, sementara ratusan rumah rusak berat dan hilang.

LUWU UTARA, KOMPAS.com – Korban jiwa akibat banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, bertambah tiga orang.

“Pagi ditemukan 2 korban, dan tim kembali menemukan 3 orang, sehingga jumlah korban meninggal dunia mencapai 19 orang,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Rizal saat ditemui di lokasi, Rabu (15/7/2020).

Dia menambahkan, tiga jenazah yang kembali ditemukan sudah dievakuasi ke RSU Hikmah Masamba.

“Untuk jenazah kami serahkan kepada teman teman DVI Polri, karena masih ada 3 jenazah yang belum diidentifikasi di RSU Hikmah. Untuk satu korban sudah dikebumikan,” tuturnya.

Baca juga: Korban Tewas Banjir Bandang di Masamba Sudah Mencapai 16 Orang

Selain itu, petugas masih melakukan pencarian terhadap 23 orang dilaporkan hilang.

“Untuk korban yang sebelumnya terdata 56 orang setelah dikoordinasikan dengan BPBD didapatkan data untuk saat ini sebanyak 23 orang,” ucap Rizal.

Dia menambahkan, proses pencarian dibagi 3 titik utama yakni Desa Radda, Kecamatan Baebunta, titik Meli, dan titik Sungai Masamba.

Baca juga: Banjir Genangi Bandara Andi Djemma Masamba, Penerbangan Ditunda 14 Hari

Dari kedua titik tersebut, kemudian dibagi masing–masing tiga tim.

“Dalam pencarian ini kami terkendala dengan kedalaman lumpur yang mencapai 2 meter lebih, kendala kedua adalah aliran sungai sudah berpindah dari posisi sungai ke permukiman. sementara laporan warga ada warga yang tertimbun di rumah rumah warga,” ujar Rizal.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar mengatakan, terdapat 15.000 jiwa mengungsi akibat banjir bandang.

“Sesuai laporan warga yang melapor ke posko BPBD terdapat 23 warga hilang, ini data sementara. Korban yang mengungsi akibat banjir ini sebanyak 15.000 jiwa yang tersebar di beberapa titik posko, rumah kerabat dan keluarga,” kata Muslim.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Regional
Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Regional
Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Regional
Gegara Kata 'Nyawiji', Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Gegara Kata "Nyawiji", Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Regional
Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Regional
Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Regional
Sekolah Tatap Muka Masuk Tahap Finalisasi, Risma: Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Sekolah Tatap Muka Masuk Tahap Finalisasi, Risma: Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Regional
Kemudi Rusak, Truk Tangki Tabrak Rumah di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas

Kemudi Rusak, Truk Tangki Tabrak Rumah di Pelalawan, Bocah 11 Tahun Tewas

Regional
Detik-detik Truk Tangki Tabrak Rumah di Jalintim Riau yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas, 2 Luka-luka

Detik-detik Truk Tangki Tabrak Rumah di Jalintim Riau yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas, 2 Luka-luka

Regional
Kabur dari Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Rumahnya 2 Hari Kemudian

Kabur dari Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Rumahnya 2 Hari Kemudian

Regional
Gubernur Kaltim Tunjuk 5 Pjs Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Gubernur Kaltim Tunjuk 5 Pjs Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Regional
Strategi Kampanye Calon Petahana Lawan Kotak Kosong di Pilkada Kota Semarang

Strategi Kampanye Calon Petahana Lawan Kotak Kosong di Pilkada Kota Semarang

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 September 2020

Regional
Pemkot Tegal Tes Swab Warga yang Hadiri Konser Dangdut Wakil Ketua DPRD

Pemkot Tegal Tes Swab Warga yang Hadiri Konser Dangdut Wakil Ketua DPRD

Regional
Kronologi Pengemudi Perempuan Tabrak Keluarga Pengemis, Panik dan Injak Gas Saat Ponselnya Jatuh

Kronologi Pengemudi Perempuan Tabrak Keluarga Pengemis, Panik dan Injak Gas Saat Ponselnya Jatuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X