Dijanjikan Santunan, 600 Anak Yatim Telantar di Pandeglang, Menangis karena Lelah dan Kelaparan

Kompas.com - 15/07/2020, 16:13 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Sedikitnya 600 anak yatim menjadi korban santunan yang dijanjikan oleh seorang warga di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (12/7/2020).

Ratusan anak yatim tersebut datang dari berbagai kecamatan ke sebuah masjid di Kampung Laba, Desa Cigondang, Labuan, untuk menerima bantuan.

Sayangnya, setelah menunggu seharian, ternyata tidak ada bantuan.

"Kurang lebih sekitar 600 anak yatim, datang menggunakan tiga bus yang disewa penyedia bantuan. Mereka datang dari berbagai kecamatan, seperti Panimbang, Cigeulis, dan juga Labuan," kata Kepala Desa Cigondang Cepi Ahmad Suteja saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Kronologi Orang Rimba Tewas Dililit Ular. Awalnya Dikira Hilang Dibawa Makhluk Halus

Rombongan anak yatim tersebut datang ke Cigondang sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka menunggu di halaman Masjid Jamiatul Iqro yang dijadikan tempat pembagian santunan.

Namun, hingga sore hari, tidak ada satu pun panitia yang membagikan santunan. Warga pun cemas dan melaporkan ke pihak desa.

Cepi mengatakan, pihak penyelenggara tidak memberi informasi jika akan ada acara santunan. Dirinya mendapatkan info tersebut dari staf desa yang melaporkan jika ada ratusan anak yatim yang telantar menunggu santunan.

"Saya pribadi baru tahu jam 4 sore dari pihak staf desa telepon ke saya, katanya, 'Pak, ke sini ada masalah besar'. Ada santunan anak yatim bodong," kata Cepi.

Baca juga: Uang Bantuan Corona Rp 110 Juta untuk Satu Desa di Pandeglang Dirampok

Anak-anak menangis dan kelaparan

Di lokasi pembagian santunan, Cepi mendapat laporan bahwa santunan tersebut diselenggarakan oleh warga setempat yang berinisial E.

E juga meminta kepada ibu-ibu di Kampung Laba berkumpul pada Minggu pagi untuk membantu membungkus makanan ringan yang akan dibagikan ke anak yatim. Jumlahnya sebanyak 600 bungkus.

"Tapi, ternyata snack tidak ada, si E juga tidak ada, sementara anak-anak yatim pada nunggu di sana, pada nangis lelah dan kelaparan," kata Cepi.

Cepi akhirnya meminta anak-anak kembali dipulangkan ke rumah masing-masing menggunakan bus yang digunakan untuk mengantar.

Namun, ternyata uang sewa bus juga belum dibayar sebesar Rp 6 juta.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Tak Terima Istri Diisolasi, WNA Ini Mengamuk di Ruang IGD dan Nyaris Pukul Dokter

Diduga Tak Terima Istri Diisolasi, WNA Ini Mengamuk di Ruang IGD dan Nyaris Pukul Dokter

Regional
Mengeluh Nyeri Punggung dan Mual, Kakek Ini Meninggal Terpapar Corona

Mengeluh Nyeri Punggung dan Mual, Kakek Ini Meninggal Terpapar Corona

Regional
Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 169 Kali, Menyerah pada Hitungan ke-57

Pemerkosa Anak Dihukum Cambuk 169 Kali, Menyerah pada Hitungan ke-57

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Positif Covid-19, Kegiatan Dewan akan Dilakukan Secara Virtual

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Positif Covid-19, Kegiatan Dewan akan Dilakukan Secara Virtual

Regional
Polisi Ringkus Pembunuh Sekretaris Wanita yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Polisi Ringkus Pembunuh Sekretaris Wanita yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Seorang Polwan di Muba Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

Seorang Polwan di Muba Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

Regional
Saat Rekonstruksi Terungkap Awal Mula Ibu Bunuh Anak karena Sulit Belajar Online

Saat Rekonstruksi Terungkap Awal Mula Ibu Bunuh Anak karena Sulit Belajar Online

Regional
Cerita Pencuri Kembalikan Emas 40 Gram Milik Korban, Minta Bantuan Sang Istri

Cerita Pencuri Kembalikan Emas 40 Gram Milik Korban, Minta Bantuan Sang Istri

Regional
Ada Bayi Terpapar Covid-19 dari Klaster Ponpes Banyumas

Ada Bayi Terpapar Covid-19 dari Klaster Ponpes Banyumas

Regional
KPU Salah Ketik, Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada Dalam Surat Penetapan

KPU Salah Ketik, Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada Dalam Surat Penetapan

Regional
Bangun 23 Titik Super Wifi di Labuan Bajo, Menkominfo: Jangkauannya Radius 500 Meter

Bangun 23 Titik Super Wifi di Labuan Bajo, Menkominfo: Jangkauannya Radius 500 Meter

Regional
Satpol PP Kota Semarang Minta Warga Lapor Bila Ada Atraksi Topeng Monyet

Satpol PP Kota Semarang Minta Warga Lapor Bila Ada Atraksi Topeng Monyet

Regional
Bos MeMiles Divonis Bebas, Jaksa Masih Berpikir untuk Ajukan Kasasi

Bos MeMiles Divonis Bebas, Jaksa Masih Berpikir untuk Ajukan Kasasi

Regional
Ridwan Kamil Kukuhkan Tujuh Penjabat Sementara Bupati dan Wali Kota

Ridwan Kamil Kukuhkan Tujuh Penjabat Sementara Bupati dan Wali Kota

Regional
30 Orang di Sleman Sembuh dari Covid-19, Sebagian Tenaga Kesehatan

30 Orang di Sleman Sembuh dari Covid-19, Sebagian Tenaga Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X