Polda Jatim Didemo, Massa Pertanyakan Kelanjutan Kasus Pencabulan Santri di Jombang

Kompas.com - 15/07/2020, 15:14 WIB
Aksi massa di depan Mapolda Jatim, Rabu (15/7/2020). KOMPAS.COM/A. FAIZALAksi massa di depan Mapolda Jatim, Rabu (15/7/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual menggelar aksi di depan Markas Polda Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (15/7/2020).

Mereka mendesak polisi segera menuntaskan kasus pelecehan seksual yang melibatkan putra pimpinan pesantren di Jombang.

Selain berorasi dengan pengeras suara, massa juga membentangkan poster di antaranya bertuliskan, "Santri Itu Mengaji, Bukan Dicabuli", "Jawa Timur Darurat Ruang Aman" dan "Numpak Sepeda Tuku Lele, Polda Ojo Bertele-Tele".

Baca juga: Polisi Sempat Tangkap Putra Kiai Pelaku Pencabulan, tapi Dihalangi Massa

Anabila, perwakilan massa aksi menyebut, polisi tidak serius memproses kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

"Buktinya sampai saat ini tersangka juga belum ditangkap padahal ancaman hukuman di atas 5 tahun," kata dia.

Penyidik, kata dia, juga belum mengembalikan berkas kepada kejaksaan sesuai petunjuk kejaksaan.

"Sejak kasus ini sampai ke polisi pada 2019, sudah 261 hari proses hukum tapi belum juga dilimpahkan ke pengadilan," ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Pitra Ratulangi menyebut berkas kasus perkara tersebut sedang disempurnakan oleh penyidik.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Regional
Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Regional
Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Regional
Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Regional
Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Regional
15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

Regional
Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Regional
Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Regional
Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Regional
20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

Regional
Ini Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Sulut 2020

Ini Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Sulut 2020

Regional
'Ada yang Teriak Polisi Melindungi Penjual Miras, Spontan Warga Melempar'

"Ada yang Teriak Polisi Melindungi Penjual Miras, Spontan Warga Melempar"

Regional
KPU Tasikmalaya: Paslon Pilkada Diminta Kampanye Secara 'Online', atau Kena Sanksi

KPU Tasikmalaya: Paslon Pilkada Diminta Kampanye Secara "Online", atau Kena Sanksi

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Bakal Dihukum Menyapu Kuburan

Pelanggar Protokol Kesehatan di Semarang Bakal Dihukum Menyapu Kuburan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X