Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Kompas.com - 15/07/2020, 06:48 WIB
Ibu-ibu dan anaknya berunjuk rasa menuntut agar sekolah anaknya tidak diliburkan Capture FacebookIbu-ibu dan anaknya berunjuk rasa menuntut agar sekolah anaknya tidak diliburkan

KOMPAS.com- Ibu-ibu wali murid di sekolah dasar (SD) di Tebul Barat, Pengantenan, Pamekasan berunjuk rasa menuntut sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka, Senin (13/7/2020).

Ada wali murid yang bahkan mencancam memindahkan anaknya jika sekolah masih diliburkan karena Covid-19.

"Jika sekolah ini diliburkan, kami akan memindahkan anak kami ke sekolah lain," kata seseorang di antara peserta unjuk rasa.

Baca juga: Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Alasan menuntut sekolah tatap muka dilakukan

Ilustrasi siswa SD ujian.KOMPAS.com/ALBERTUS ADIT Ilustrasi siswa SD ujian.
Ketika ditemui oleh guru di sekolah tersebut, ibu-ibu wali murid itu menuturkan alasan mereka berunjuk rasa.

Mereka takut, anak-anak mereka menjadi bodoh lantaran terlalu lama berada di rumah.

Menurut mereka, anak-anak mereka malah sibuk bermain. Pendidikan jarak jauh yang diprogramkan pemerintah juga tak dilakukan.

"Kalau tetap diliburkan, anak-anak kami terampas pendidikannya. Kami takut anak kami bodoh," kata salah seorang ibu.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Tahapan Belajar Tatap Muka Dimulai dari Jenjang SMA

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat meninjau persiapan SMAN 4 Kota Sukabumi untuk pembelajaran tatap muka di Sekolah, Rabu (08/07/2020).Dok. Disdik Jabar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat meninjau persiapan SMAN 4 Kota Sukabumi untuk pembelajaran tatap muka di Sekolah, Rabu (08/07/2020).
Melanggar SKB Menteri

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Fatimatuz Zahrah menjelaskan, sekolah belum bisa dibuka kembali lantaran pandemi.

Jika nekat melakukannya, hal tersebut justru akan menyalahi aturan.

Lebih-lebih, kata dia, belum ada kebijakan Menteri Pendidikan untuk melakukan pendidikan tatap muka.

"Tetap tidak bisa dibuka lagi karena kalau dibuka bisa melanggar SKB Menteri," kata Fatimatuz Zahrah.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman | Editor: Dheri Agriesta)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal'

"Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal"

Regional
Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X