Masih Berada di Zona Merah Covid-19, Pemkot Mataram Perketat Penerapan Jam Malam

Kompas.com - 14/07/2020, 17:22 WIB
Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUMWalikota Mataram, H. Ahyar Abduh

MATARAM, KOMPAS.com - Tim Gugus Tugas  Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memperketat penerapan jam malam di wilayah tersebut.

Pemberlakuan jam malam di Kota Mataram dimulai pukul 22.00 sampai pukul 06.00 WITA.

Baca juga: Wali Kota Mataram Ancam Tutup Pasar Tradisional jika Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Tim gugus tugas tak segan mengambil tindakan tegas terhadap warga yang melanggar aturan.

"Bagi masyarakat yang masih melakukan aktivitas pada jam malam, maka Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram akan melakukan tindakan penutupan dan pembubaran," kata Wali Kota Mataram Ahyar Abduh dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2020).

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Mataram tentang Antisipasi Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Mataram.

Namun, Ahyar tak menjelaskan sampai kapan penerapan jam malam diberlakukan di Kota Mataram.

Menurutnya, hal ini sebagai upaya penegakan disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Mataram.

Ahyar meminta masyarakat Kota Mataram lebih waspada untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

"Kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," kata Ahyar.

Masyarakat diminta disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan menerapkan pola hidup sehat.

Saat ini, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih berada dalam zona merah penyebaran virus Covid-19 di Provinsi NTB.

Baca juga: Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Sebanyak 716 kasus positif Covid-19 tercatat di Kota Mataram hingga Senin (13/7/2020).

Rinciannya, 400 pasien sembuh, 48 meninggal, dan 268 pasien dirawat di rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kawanan Pencuri Bawa Kabur Bus Rp 1,7 Miliar, Padahal Sedang Mogok

Kawanan Pencuri Bawa Kabur Bus Rp 1,7 Miliar, Padahal Sedang Mogok

Regional
Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Regional
Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Regional
Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Regional
Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Regional
Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Regional
Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Regional
4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

Regional
Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Regional
2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

Regional
Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Regional
Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Regional
Polisi Hancurkan 563 Knalpot 'Racing'

Polisi Hancurkan 563 Knalpot "Racing"

Regional
Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Regional
6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X