Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Kompas.com - 14/07/2020, 13:27 WIB
Ilustrasi siswa SD ShutterstockIlustrasi siswa SD

KOMPAS.com - Sekolah di Kota Jambi mulai menerapkan sistem tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021 meskipun belum berstatus zona hijau.

Hal tersebut menyalahi pedoman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha menegaskan, telah memperhitungkannya secara matang dan terukur.

Baca juga: Sekolah Tetap Buka, Wali Kota Jambi: Kami Tak Melihat Zona Kuning atau Hijau

Sekolah belum optimal terapkan protokol kesehatan

Ilustrasi siswa dalam kelas menggunakan masker.DOK. PIXABAY Ilustrasi siswa dalam kelas menggunakan masker.
Dalam pelaksanaan sekolah tetap muka hari pertama, terlihat masih banyak pelanggaran.

Antara lain para siswa masih terlihat tak mengenakan masker dan tidak jaga jarak.

Dari sisi guru, diketahui mereka tidak melakukan rapid test sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Namun ada juga sekolah yang sudah tertib menerapkan protokol kesehatan, seperti dengan memasang sekat plastik di bangku siswa.

Baca juga: Para Guru Belum Tes Swab, 2 Sekolah di Sawahlunto Belum Boleh Dibuka

Ilustrasi siswaDOK. PIXABAY Ilustrasi siswa

"Satgas lebih paham"

Syarif meminta agar masyarakat tidak menyamaratakan cara penanganan di daerahnya dengan daerah di Jawa.

"Tidak bisa disamaratakan dengan Jawa. Ini keputusan kami. Satgas kami yang lebih paham. Kami coba dulu, kami tidak melihat zona kuning atau hijau di sini," kata Syarif usai meninjau kegiatan sekolah di SDN 28 Kota Jambi, Senin (13/7/2020).

Dia melihat perkembangan kasus Covid-19 di daerahnya sudah semakin menurun dan dinilai terkendali.

Sebab dari 32 orang positif Covid-19 yang dirawat, 30 orang di antaranya sudah keluar.

"Sebelumnya kami sudah melakukan relaksasi ekonomi, kemudian relaksasi sosial dan yang terakhir relaksasi bidang pendidikan," kata Syarif.

Alasan lain ialah karena masih banyak siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring karena kondisi ekonomi.

Baca juga: Bupati Tangerang Ancam Beri Sanksi Sekolah yang Gelar Belajar Tatap Muka

Target akhir bulan 100 persen hadir

Ilustrasi siswa SD.KOMPAS.com/ALBERTUS ADIT Ilustrasi siswa SD.
Dia mengajak masyarakat berpikir positif dan mempercayakan kepada institusi pendidikan.

Saat ini, menurutnya, memang baru 50 persen siswa yang hadir ke sekolah.

Namun dia yakin akhir bulan ini, seluruh siswa bakal hadir mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Meski demikian, Syarif juga tidak memaksakan kehadiran siswa jika memang tidak memungkinkan.

"Sekarang tidak ada paksaan. Kalau ada yang sakit asma misalnya, tidak disarankan masuk. Belajar daring saja dulu," tutup Syarif.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Suwandi | Editor: Farid Assifa)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Banyumas: Tidak Bawa Hasil Tes Cepat Antigen Negatif, Enggak Boleh Masuk

Bupati Banyumas: Tidak Bawa Hasil Tes Cepat Antigen Negatif, Enggak Boleh Masuk

Regional
Video Viral Ular King Kobra Lolos dari Paket, Dikecam karena Bahayakan Kurir

Video Viral Ular King Kobra Lolos dari Paket, Dikecam karena Bahayakan Kurir

Regional
Dinkes DIY Butuh 200 Relawan Nakes, Baru Dapat 26 Orang

Dinkes DIY Butuh 200 Relawan Nakes, Baru Dapat 26 Orang

Regional
Fakta Wanita Tewas di Kamar Hotel, Dibunuh Teman Kencan, Pelaku Ditangkap

Fakta Wanita Tewas di Kamar Hotel, Dibunuh Teman Kencan, Pelaku Ditangkap

Regional
Perjalanan Kristen Gray dari Amerika Serikat hingga Tinggal di Bali, Dikenal gara-gara Cuit Viral di Twitter

Perjalanan Kristen Gray dari Amerika Serikat hingga Tinggal di Bali, Dikenal gara-gara Cuit Viral di Twitter

Regional
Detik-detik 100 Warga Tak Terkendali Terobos Rumah Sakit dan Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Detik-detik 100 Warga Tak Terkendali Terobos Rumah Sakit dan Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Longsor, Roland Hilang Saat Berusaha Selamatkan 2 Sepeda Motor

Longsor, Roland Hilang Saat Berusaha Selamatkan 2 Sepeda Motor

Regional
3.464 Tenaga Kesehatan di Kota Jayapura Mulai Divaksin Covid-19

3.464 Tenaga Kesehatan di Kota Jayapura Mulai Divaksin Covid-19

Regional
Putusan Banding, Vonis Jerinx Berkurang Jadi 10 Bulan Penjara

Putusan Banding, Vonis Jerinx Berkurang Jadi 10 Bulan Penjara

Regional
100 Warga Terobos Rumah Sakit, Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dengan Pikap

100 Warga Terobos Rumah Sakit, Bawa Paksa Jenazah Pasien Covid-19 dengan Pikap

Regional
Dua Geng Motor Bentrok Saat Galang Donasi Longsor Sumedang, 1 Tewas, 3 Ditangkap, 1 Buron

Dua Geng Motor Bentrok Saat Galang Donasi Longsor Sumedang, 1 Tewas, 3 Ditangkap, 1 Buron

Regional
Fakta Kristen Gray Ajak Turis Ramai-ramai Tinggal di Bali, Terdeteksi di Karangasem hingga Diperiksa Imigrasi

Fakta Kristen Gray Ajak Turis Ramai-ramai Tinggal di Bali, Terdeteksi di Karangasem hingga Diperiksa Imigrasi

Regional
Reklamasi Laut PT Timah, Tahun Ini Target Bangun 1.920 'Fish Shelter'

Reklamasi Laut PT Timah, Tahun Ini Target Bangun 1.920 "Fish Shelter"

Regional
Ridwan Kamil Imbau Pejabat Publik Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ridwan Kamil Imbau Pejabat Publik Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Belum Terima Vaksin Covid-19 Tahap I

Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Belum Terima Vaksin Covid-19 Tahap I

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X