Tidak Terapkan Protokol Covid-19, Seluruh Pantai Selatan Malang Ditutup

Kompas.com - 14/07/2020, 11:35 WIB
Ilustrasi virus corona, vaksin virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona, vaksin virus corona

MALANG, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Malang menutup sementara seluruh destinasi wisata pantai di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS) Malang.

Penutupan sementara itu akibat pengelola wisata tidak menerapkan standar operasionel prosedur sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Perintah penutupan destinasi wisata pantai itu disampaikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang melalui surat nomor 556/566/35.07.108/2020 yang ditujukan kepada seluruh pengelola pantai yang membentang di sepanjang Pantai Selatan Malang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan, keputusan itu berdasarkan pada hasil rapat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Malang dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat setempat.

Baca juga: BEM Malang Raya Demo ke Balai Kota Tuntut Pemotongan Biaya Kuliah

“Berdasarkan masukan dari camat, dari kepada desa, masyarakat sekitar situ mengatakan bahwa kebanyakan yang masuk ke pantai itu tidak menggunakan SOP (protokol kesehatan Covid-19),” kata Wedanthara, saat dihubungi, Selasa (14/7/2020).

Wedanthara mengatakan, hasil dari sidak ke lapangan, kunjungan wisatawan ke destinasi pantai di Malang Selatan cukup banyak meskipun pengelola di pantai tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Ketika dicek ke lapangan memang benar banyak wisatawan yang memaksa masuk ke lokasi-lokasi pantai tanpa SOP, akhirnya disepakati untuk menutup. Dengan surat itu harapannya masyarakat sudah tahu kalau wisata pantai ditutup,” ujar dia.

Wedanthara mempersilakan pengelola wisata pantai untuk berbenah supaya memenuhi persyaratan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Nantinya, setiap lokasi wisata yang hendak beroperasi kembali harus mendapatkan izin dari Bupati Malang dan Komandan Kodim 0818 Malang selaku ketua tim satgas Covid-19.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Regional
Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Regional
Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Regional
'Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang'

"Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang"

Regional
Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Regional
Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Regional
KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

Regional
Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Regional
Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Regional
Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang 'Om, Maaf ya Om'

Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang "Om, Maaf ya Om"

Regional
Temui Mahasiswa UGM yang Camping di Kampus, Rektor UGM: Sudah Selesai

Temui Mahasiswa UGM yang Camping di Kampus, Rektor UGM: Sudah Selesai

Regional
Kondisi Mengenaskan Balita yang Dianiaya, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras

Kondisi Mengenaskan Balita yang Dianiaya, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras

Regional
Kasus Covid-19 Mulai Landai, Kadinkes Bali: Hanya Saja Angka Kematian Selalu Ada Setiap Hari

Kasus Covid-19 Mulai Landai, Kadinkes Bali: Hanya Saja Angka Kematian Selalu Ada Setiap Hari

Regional
Kota Depok Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Kota Depok Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen UMI Makassar, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen UMI Makassar, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X