Harimau Sumatera yang Masuk Permukiman Warga Berhasil Ditangkap

Kompas.com - 13/07/2020, 21:44 WIB
Ilustrasi harimau VIA Indianexpress Ilustrasi harimau

PADANG, KOMPAS.com - Seekor harimau sumatera masuk perangkap yang dipasang oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat di Desa Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Senin (13/7/2020).

Satwa yang dilindungi itu sebelumnya berkeliaran di dekat permukiman warga dan diduga memangsa ternak milik warga setempat.

"Setelah mendapat laporan dari warga beberapa waktu lalu, kita pasang kamera pengintai dan perangkap. Hari ini harimau itu masuk perangkap," kata Kepala BKSDA Sumbar Erly Sukrismanto saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Baca juga: Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya


Erly mengatakan, harimau itu berjenis kelamin betina dengan umur 1-1,5 tahun.

"Kondisinya dilaporkan dalam keadaan baik. Tidak ada luka. Saat ini sudah kita evakuasi," kata Erly.

Erly mengatakan, setelah direhabilitasi, harimau tersebut akan segera dilepasliarkan kembali ke habitatnya yang jauh dari permukiman warga.

Baca juga: Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Berdasarkan hasil kamera pengintai yang dipasang, hanya ada satu ekor harimau yang berkeliaran di dekat permukiman warga.

"Hanya satu dan setelah ditangkap kita tidak pasang lagi perangkap," kata Erly.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menag Persilahkan Madrasah Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Menag Persilahkan Madrasah Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Regional
Pasutri Temukan Sapinya Mati Tak Wajar, Diduga Dimangsa Kawanan Harimau

Pasutri Temukan Sapinya Mati Tak Wajar, Diduga Dimangsa Kawanan Harimau

Regional
Botol yang Dikocok Meledak, Dua Bocah SD Terluka, Satu Jari Putus

Botol yang Dikocok Meledak, Dua Bocah SD Terluka, Satu Jari Putus

Regional
Terima 3 Laporan, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik

Terima 3 Laporan, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik

Regional
Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Asuransi dan Uang Transport Rp 200.000

Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Asuransi dan Uang Transport Rp 200.000

Regional
PNS Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Banyumas Divonis 3,5 Bulan Penjara

PNS Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Banyumas Divonis 3,5 Bulan Penjara

Regional
Adik Mentan Ikut Pilkada Makassar 2020, Klaim Diusung 3 Partai

Adik Mentan Ikut Pilkada Makassar 2020, Klaim Diusung 3 Partai

Regional
Speedboat Tabrak Tongkang di Musi Banyuasin, Ibu Hamil 9 Bulan Tewas, Suaminya Masih Hilang

Speedboat Tabrak Tongkang di Musi Banyuasin, Ibu Hamil 9 Bulan Tewas, Suaminya Masih Hilang

Regional
BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

Regional
Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Regional
Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Regional
Upayakan Mediasi Terkait Kasus 'Kacung WHO', Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Upayakan Mediasi Terkait Kasus "Kacung WHO", Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Regional
Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Regional
Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Regional
Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X