Jalani Rapid Test, 3.845 Petugas KPU Kabupaten Semarang Non Reaktif

Kompas.com - 13/07/2020, 17:07 WIB
Kteua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAKteua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi

UNGARAN, KOMPAS.com - Seluruh petugas Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Semarang telah menjalani pemeriksaan rapid test sebelum bertugas dalam tahapan Pilkada 2020.

Hasilnya, dari 3.845 orang dinyatakan non reaktif.

Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi mengatakan, hasil tersebut diketahui setelah para petugas menjalani pemeriksaan di 19 puskemas di seluruh kecamatan.

"Hasil rapid test semua petugas bagus. Kita lanjut ke tahapan selanjutnya," jelasnya saat dihubungi, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Maskup mengungkapkan, 3.845 petugas tersebut terdiri Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan coklit yang dimulai 15 Juli hingga 23 Agustus 2020," terangnya.

Petugas PPDP tersebut akan melakukan pendataan dari rumah ke rumah.

Baca juga: Dianggap Langgar Netralitas ASN, Sekda Kabupaten Semarang Disanksi

Untuk menghindari penularan corona, petugas wajib mengenakan masker, faceshield dan hand sanitizier.

"Kami juga berkoordinasi dengan perangkat desa agar data yang diterima akurat. Nanti petugas diantar oleh aparat untuk melakukan verifikasi ke warga, sehingga data yang diperoleh bisa akurat dan benar," terangnya.

Maskup menegaskan, pilkada dikatakan demokratis bila data yang akurat menjadi acuan.

"Sehingga pemilih yang memiliki hak pilih bisa terdaftar dan menggunakan dalam pesta demokrasi tersebut," paparnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Ogan Ilir Sembuh dari Covid-19

Bupati Ogan Ilir Sembuh dari Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo: Cornelis Lay Senior Sekaligus Guru

Ganjar Pranowo: Cornelis Lay Senior Sekaligus Guru

Regional
Nadine, Bayi Usia 6 Bulan yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Nadine, Bayi Usia 6 Bulan yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Regional
UPDATE 5 Agustus : Bertambah 15, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Ada 597

UPDATE 5 Agustus : Bertambah 15, Total Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Ada 597

Regional
Sehari Dirawat, Pasien Positif Corona Meninggal di RSUD Ambon

Sehari Dirawat, Pasien Positif Corona Meninggal di RSUD Ambon

Regional
Bupati Pemalang Sembuh dari Covid-19, Kuncinya Semangat dan Bahagia

Bupati Pemalang Sembuh dari Covid-19, Kuncinya Semangat dan Bahagia

Regional
Pilkada Jember, Partai Demokrat Dukung Pasangan Hendy-Gus Firjaun

Pilkada Jember, Partai Demokrat Dukung Pasangan Hendy-Gus Firjaun

Regional
Buka Pariwisata untuk Turis Domestik, Bali Fokus Bangun Kepercayaan Wisatawan

Buka Pariwisata untuk Turis Domestik, Bali Fokus Bangun Kepercayaan Wisatawan

Regional
Haru Pasangan yang Tinggal dengan Kambing Kala Rumahnya Direnovasi TNI

Haru Pasangan yang Tinggal dengan Kambing Kala Rumahnya Direnovasi TNI

Regional
Jalan Lintas Rokan Hulu-Bengkalis Rusak Parah, Warga: Kalau Panas Penuh Debu, Jika Hujan Berlumpur

Jalan Lintas Rokan Hulu-Bengkalis Rusak Parah, Warga: Kalau Panas Penuh Debu, Jika Hujan Berlumpur

Regional
Sekolah di Tangerang Raya Aktif Mulai September 2020, Ini Tahapannya

Sekolah di Tangerang Raya Aktif Mulai September 2020, Ini Tahapannya

Regional
Dokter RSUD Kota Madiun Positif Covid-19, 30 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Dokter RSUD Kota Madiun Positif Covid-19, 30 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Regional
Seminggu Karantina Mandiri, Kepala BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19

Seminggu Karantina Mandiri, Kepala BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19

Regional
Peredaran Narkoba di Jabar Naik 200 Persen Saat Pandemi Covid-19

Peredaran Narkoba di Jabar Naik 200 Persen Saat Pandemi Covid-19

Regional
Diduga Terbebani Biaya Nikah, Calon Mempelai Pria Bunuh Diri, Sempat Hubungi Calon Istri

Diduga Terbebani Biaya Nikah, Calon Mempelai Pria Bunuh Diri, Sempat Hubungi Calon Istri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X