Ditembak karena Melawan Saat Ditangkap, Penganiaya Perwira Polisi Tewas di RS

Kompas.com - 13/07/2020, 11:47 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

SUMBAWA, KOMPAS.com - Syamsul Hidayat (SH), pelaku penganiayaan terhadap Kanit Reskrim Polsek Utan Ipda Uji Siswanto, meninggal saat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa pada Senin (13/7/2020).

"Tersangka mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 03.30 Wita dini hari (13/7/2020) di RSUD Sumbawa, saat sedang mendapat perawatan intensif," kata Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Senin.

Baca juga: Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Widy menjelaskan, proses penangkapan pelaku penganiayaan yang menyebabkan Ipda Uji meninggal tersebut.

Pelaku, kata dia, ditangkap tim gabungan Polres Sumbawa yang didukung Tim Puma Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Saat itu, tersangka hendak menyeberang ke luar Pulau Sumbawa melalui Labuhan Alas. 

Syamsul, kata Widy, tahu telah dikepung polisi. Ia melawan menggunakan senjata tajam untuk kabur dari kepungan polisi.

Perlawanan itu membuat polisi terpaksa menembak kaki pelaku hingga terjatuh. Syamsul pun ditangkap dan dibawa ke RSUD Sumbawa untuk mendapatkan perawatan.

Motif pelaku aniaya perwira polisi

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Pembunuh Perwira Polisi Ditembak

Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto mengatakan, Syamsul tak puas dengan hasil penyelesaian masalah yang dilakukan Ipda Uji.

Awalnya, Kabit Reskrim Polsek Utan Ipda Uji diundang menyelesaikan masalah dugaan penganiayaan yang melibatkan Syamsul dan Kepala Desa Utan, Kecamatan Utan, Sumbawa.

 

Ipda Uji yang dekat dengan orangtua Syamsul diminta datang menyelesaikan masalah tersebut.

"Korban Ipda Uji dekat dengan ayah pelaku, diminta oleh orangtuanya pelaku SH untuk menyelesaikan masalah pelaku (anaknya) dengan Kades Utan," kata Artanto saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2020).

Namun, Syamsul tak puas dengan hasil penyelesaian masalah tersebut. Ia pun menganiaya Ipda Uji.

Baca juga: Ini Motif Pelaku Penikaman Kanit Reskrim Polsek Utan

"Pelaku SH tidak terima penyelesaian masalah tersebut oleh korban kemudian melakukan penganiayaan terhadap Ipda Uji," ujar Artanto.

Sebelumnya diberitakan, Kanit Reskrim Polsek Utan Polres Sumbawa Ipda Uji Siswanto tewas setelah dianiaya dengan senjata tajam pada Jumat (10/7/2020).

Korban sempat dilarikan ke RSUD Sumbawa, tetapi nyawanya tak tertolong.

SH merupakan residivis dengan beberapa kasus sadis, di antaranya kasus perampokan toko emas, pemerkosaan, dan penjambretan dengan kekerasan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X