Polisi Temukan Ladang Ganja Seluas Satu Hektar di Lembang

Kompas.com - 12/07/2020, 17:23 WIB
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki tengah memperlihatkan barang bukti bibit ganja yang baru saja di tanam pelaku, di lahan hutan seluas 1 hektar di Gunung Cibodas, Bukit Unggul, Perkebunan kina, Kampung Patrol Desa Sunten Jaya Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang juga berbatasan dengan Daerah Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu (12/7/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki tengah memperlihatkan barang bukti bibit ganja yang baru saja di tanam pelaku, di lahan hutan seluas 1 hektar di Gunung Cibodas, Bukit Unggul, Perkebunan kina, Kampung Patrol Desa Sunten Jaya Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang juga berbatasan dengan Daerah Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu (12/7/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi mengungkap keberadaan ladang ganja seluas 1 hektar di Gunung Cibodas, Kampung Patrol, Desa Sunten Jaya, Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Penggerebekan ladang di hutan perkebunan kina itu berlangsung pada hari ini, Minggu (12/7/2020).

Sejumlah polisi yang dipimpin Kapolresta Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki merangsek ke lokasi melalui jalan setapak.

Baca juga: Polisi Sebut Pengguna Ganja yang Ditangkap di TIM merupakan Musisi

Akses menuju ladang ganja itu sulit dijangkau kendaraan karena jalan yang berbatu dan sempit.

Setelah tiba di lokasi, polisi langsung menangkap seorang penggarap lahan. Laki-laki yang berinisial YN itu kemudian ditindih dan diikat tangannya.

Awalnya YN mengelak saat ditanya lokasi tanaman ganja. Namun,  dia mengakui telah menanam ganja.

Polisi kemudian meminta YN untuk menunjukkan lokasi penanaman.

YN kemudian menunjukkan bibit tanaman ganja yang disebar tersembunyi di hutan tersebut.

Awalnya, YN menunjukkan bibit ganja yang ditanam di gelas plastik tidak jauh dari sekitar saung tempatnya beristirahat, hingga akhirnya menunjukkan tanaman ganja yang ditanam tersebar di lokasi hutan dekat sungai itu.

Baca juga: Pengakuan Kakek yang Ditangkap Polisi karena Jual Ganja: Keuntungan Dipakai untuk Berobat

Kapolres Cimahi memerintahkan anggotanya untuk mencari tanaman ganja lainnya yang kemungkinan masih tersebar di lokasi hutan tersebut.

Kontur kemiringan tanah yang cukup terjal cukup menyulitkan pencarian.

Petigas mendaatkan sebuah tas berisi ganja kering diap edar yang telah dikemas pelaku, setelah sebelumnya di tanam pelaku, di lahan hutan seluas 1 hektar di Gunung Cibodas, Bukit Unggul, Perkebunan kina, Kampung Patrol Desa Sunten Jaya Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang juga berbatasan dengan Daerah Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu (12/7/2020).KOMPAS.COM/AGIE PERMADI Petigas mendaatkan sebuah tas berisi ganja kering diap edar yang telah dikemas pelaku, setelah sebelumnya di tanam pelaku, di lahan hutan seluas 1 hektar di Gunung Cibodas, Bukit Unggul, Perkebunan kina, Kampung Patrol Desa Sunten Jaya Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang juga berbatasan dengan Daerah Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu (12/7/2020).
Di lokasi, polisi mendapatkan sebuah tas berisi tanaman ganja siap edar yang sudah dibungkus.

Yoris mengatakan, pengungkapan lokasi penanaman ganja ini merupakan hasil dari pengembangan Satres Narkoba Polresta Cimahi pada Kamis (8/7/2020). Saat itu, polisi menangkap dua pengedar ganja.

"Saat itu dilakukan penangkapan, 3 kilogram ganja disita, ini salah satu ganjanya ini ganja siap edar," kata Yoris di lokasi penanaman ganja, Minggu (12/7/2020).

Baca juga: Kakek Ini Nekat Jual Ganja untuk Berobat Sakit Jantung, Tak Sanggup Berdiri Saat Ditangkap

Setelah berlangsung pengembangan, dua pengedar ganja itu menyebutkan dua tersangka lainnya yang merupakan bagian dari kaki tangan pengedaran.

"Dari dua orang itu dilakukan pengembangan kembali, Kasat Narkoba berhasil sampai ke daerah sini, saat ini yang kita tempati ini di sini adalah tempat ladang ganja kurang lebih satu hektar, yang mana ladang ganja ini menanamnya secara terpisah, di areal seluas satu hektar," kata Yoris.

Menurut Yoris, ladang ganja ini sudah berjalan satu tahun. Setiap tiga bulan sekali pelaku memanen ganja dari pohon ganja setinggi 1 meter.

Sekali panen, pelaku bisa mendapatkan 40 kilogram. Yoris menyebut, 1 kilogram ganja ini terdiri dari 20 batang pohon.

"Kita terlambat, baru sekitar dua sampai tiga Minggu yang lalu panen terakhir, sekali panen sekitar 40 kilogram ganja kering keluar dari sini, sebanyak kurang lebih 1.000 sampai 2000 batang tanaman ganja," kata Yoris.

Baca juga: Enam Jam Mendaki Bukit, Polisi Temukan Ladang Ganja di Kebun Kopi

Selama setahun itu, pelaku sudah memanen kurang lebih empat kali.

"Satu kali panen 40 kilogram, 1 kilogram sekitar Rp 6 juta, berarti sekitar Rp 240 juta," katanya.

 

Sampai saat ini polisi telah menangkap lima orang pelaku yang terdiri dari empat orang pengedar dan satu orang penggarap lahan.

"Sampai dengan hari ini, lima orang pelaku dengan tanaman ganja sebanyak 3 kilogram ganja kering dan bibit-bibit ganja yang akan dipanen tiga bulan dari sekarang," kata Yoris.

Saat ini garis polisi dipasang di lokasi penanaman.

Yoris pun memerintahkan anggotanya untuk mencari kembali sisa tanaman ganja lainnya.

"Karena lahan ini sangat luas, oleh karenanya kita tidak inginkan masyarakat menemukan ganja liar di sini," kata Yoris.

Baca juga: Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Sebagai bentuk apresiasi terhadap anggotanya yang mengungkap keberadaan ladang ganja, Yoris memberikan penghargaan sekaligus mengusulkan penghargaan dari Kapolda Jabar.

"Tim ini ada tiga orang yang sakit karena memang mereka seminggu berada di hutan, tiga orang sakit dan tim yang dipimpin Kasat Narkoba ini akan diberikan reward," kata Yoris.

Dalam penggerebekan ini, polisi menyita 36 paket ganja kering seberat 3 kilogram, 11 benih ganja, dan 32 batang ganja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPR Sumbangkan Gaji dan Tunjangan 2 Bulan untuk Korban Bencana

Anggota DPR Sumbangkan Gaji dan Tunjangan 2 Bulan untuk Korban Bencana

Regional
Soal Garut Peringkat Ketiga Tak Patuhi Jaga Jarak, Angka Kematian Tertinggi di Jabar, Ruang Isolasi Penuh

Soal Garut Peringkat Ketiga Tak Patuhi Jaga Jarak, Angka Kematian Tertinggi di Jabar, Ruang Isolasi Penuh

Regional
Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Regional
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Regional
Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Regional
Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X