29 Pasien Sembuh, Kota Magelang Nol Kasus Corona

Kompas.com - 12/07/2020, 15:12 WIB
Ilustrasi virus corona, vaksin virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona, vaksin virus corona

MAGELANG, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Jawa Tengah, Majid Rohmawanto menyampaikan bahwa sudah tidak ada pasien positif virus corona atau Covid-19 di wilayahnya.

Total kasus Covid-19 sebanyak 33 kasus sampai Minggu (12/7/2020).

Rinciannya, sebanyak 29 orang pasien sembuh dan 4 orang meninggal dunia.

Baca juga: 25 Mahasiswa Kedokteran di UNS Solo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Pasien terakhir yang dinyatakan sembuh adalah warga Kecamatan Magelang Utara.

Ia terinfeksi Covid-19 usai pulang dari Ambon, Maluku.

Pasien tersebut kemudian melakukan isolasi mandiri dan menjalani dua kali tes swab dengan hasil negatif.

"Setelah kami adakan rapat evaluasi, pasien positif Covid-19 terakhir dari Kecamatan Magelang Utara. Dengan demikian, saat ini tidak lagi alias zero pasien positif di Kota Magelang. Mudah-mudahan bisa kita pertahankan," ucap Majid saat dihubungi, Minggu.

Baca juga: Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Menurut Majid, perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya menunjukkan tren yang baik.

Tercatat sejak 13 Juni 2020, tidak ada penambahan pasien positif.

"Sudah dua kali masa penularan (inkubasi) atau 28 hari tidak bertambah. Ini cukup menggembirakan. Semoga tidak ada lagi terjadi kasus lagi," kata dia.

Begitu juga dengan pasien dalam pengawasan (PDP), angka kesembuhannya nyaris 100 persen.

Dari angka kumulatif PDP 66 orang, sebanyak 65 orang dinyatakan sembuh dan hasil swab tes negatif Covid-19.

Saat ini tinggal 1 orang PDP yang masih dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Juru Bicara Gugus Tugas Simalungun dan Keluarganya Positif Covid-19

 

Walaupun sudah nihil pasien positif, pihak Gugus Tugas tetap melakukan pemantauan ketat, terutama terhadap warga yang datang dari luar kota.

Termasuk masih melakukan rapid test terhadap orang dalam pemantauan (ODP). Saat ini ada 16 ODP yang masih dipantau.

"Pada minggu-minggu ini kita tetap melaksanakan rapid test. Kalau hasilnya reaktif baru dilakukan swab. Hotel-hotel juga diminta melakukan rapid test kepada tamunya. Ini untuk menghindari penularan, sehingga tidak ada tambahan kasus lagi," kata Majid.

Sinkronisasi data

Terkait perbedaan data di tingkat nasional yang menunjukkan Kota Magelang masih memiliki 55 kasus positif alias masih zona merah, menurut Majid, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas di tingkat pusat.

Ternyata, menurut Majid, ditemukan banyak duplikasi data sehingga angka kasus di Kota Magelang masih tinggi.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, meski sudah nihil pasien positif, semua unsur masyarakat diminta tidak boleh lengah.

Seluruh warga diminta mematuhi protokol kesehatan agar tidak ada lagi tambahan kasus.

"Jangan euforia mentang-mentang sudah tidak ada lagi pasien positif, terus tidak pakai masker kalau keluar rumah, berkerumun, rangkul-rangkulan, ya jangan seperti itu," kata Sigit.

Salah satu langkah antisipasi yang bisa dilakukan adalah dengan memperketat kedatangan warga dari luar daerah, terutama dari zona merah.

Untuk itu, Sigit meminta jajarannya hingga tingkat RT/RW untuk sementara melarang tamu luar daerah agar tidak menginap di wilayah masing-masing.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Ingatkan Keterisian Rumah Sakit di Jabar Sudah Lampu Kuning

Ridwan Kamil Ingatkan Keterisian Rumah Sakit di Jabar Sudah Lampu Kuning

Regional
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Perairan Selatan Sumbawa, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Perairan Selatan Sumbawa, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Buntut Dangdutan di Tengah Pandemi, Pemkot Tegal Tutup Obyek Wisata dan Padamkan Lampu Jalan

Buntut Dangdutan di Tengah Pandemi, Pemkot Tegal Tutup Obyek Wisata dan Padamkan Lampu Jalan

Regional
Foto Bugil Ibunya Disebar ke WhatsApp Teman hingga Guru, Pelajar SMP Lapor Polisi

Foto Bugil Ibunya Disebar ke WhatsApp Teman hingga Guru, Pelajar SMP Lapor Polisi

Regional
Aniaya Pengendara Motor, 2 Anggota Satpol PP Makassar Ditangkap

Aniaya Pengendara Motor, 2 Anggota Satpol PP Makassar Ditangkap

Regional
Update Level Kewaspadaan, 5 Daerah di Jabar Masuk Zona Merah

Update Level Kewaspadaan, 5 Daerah di Jabar Masuk Zona Merah

Regional
Pupuk Organik, Solusi Petani Hemat Biaya Produksi di Masa Pandemi

Pupuk Organik, Solusi Petani Hemat Biaya Produksi di Masa Pandemi

Regional
Seorang Pemilik Hotel di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Toilet

Seorang Pemilik Hotel di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Toilet

Regional
Sopir Ekspedisi Bawa Kabur 1 Kontainer Sepatu Siap Ekspor, Dijual Sendiri Seharga Rp 150 Juta

Sopir Ekspedisi Bawa Kabur 1 Kontainer Sepatu Siap Ekspor, Dijual Sendiri Seharga Rp 150 Juta

Regional
Pilkada Manggarai Barat, Pasangan Maria-Silvester Gunakan Media Sosial untuk Kampanye

Pilkada Manggarai Barat, Pasangan Maria-Silvester Gunakan Media Sosial untuk Kampanye

Regional
Melanggar Protokol Kesehatan, Kampanye Calon Gubernur Jambi Dibubarkan

Melanggar Protokol Kesehatan, Kampanye Calon Gubernur Jambi Dibubarkan

Regional
McDonald's Kuta Beach Tutup Setelah 20 Tahun Beroperasi, Bagaimana Nasib Karyawan?

McDonald's Kuta Beach Tutup Setelah 20 Tahun Beroperasi, Bagaimana Nasib Karyawan?

Regional
Dua Buruh Bangunan Diduga Dianiaya Polisi Saat Pembubaran Aksi Mahasiswa di Kendari

Dua Buruh Bangunan Diduga Dianiaya Polisi Saat Pembubaran Aksi Mahasiswa di Kendari

Regional
McDonald's Kuta Beach Tutup, Pengelola: Terima Kasih 20 Tahun Mengukir Cerita bersama Kami

McDonald's Kuta Beach Tutup, Pengelola: Terima Kasih 20 Tahun Mengukir Cerita bersama Kami

Regional
Hasil Bumi Melimpah di Tengah Pandemi, Warga Bukit Menoreh Gelar Syukuran

Hasil Bumi Melimpah di Tengah Pandemi, Warga Bukit Menoreh Gelar Syukuran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X