Penasaran, 1.000 Orang Datangi Rumah Viral yang Diyakini Berpindah Tempat dalam Semalam

Kompas.com - 11/07/2020, 14:39 WIB
Rumah milik Giman (47) warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. KOMPAS.com/SUKOCORumah milik Giman (47) warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

KOMPAS.com - Rumah Giman, warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kini ramai dikunjungi warga.

Hal itu bermula dari video viral yang beredar belakangan ini.

Dari caption video yang beredar disebutkan bahwa rumah milik Giman bisa berpindah dalam semalam.

Sontak hal yang di luar nalar itu menjadi perbincangan hingga mengundang banyak orang untuk membuktikannya langsung. 

Ketua Badan Pemusyawaratan Desa BPD Mengger Prawoto mengatakan, empat hari terakhir pengunjung rumah Giman mencapai lebih dari 1.000 orang.

Baca juga: Viral, Video Sebuah Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam, Ini Pengakuan Pemilik

Untuk mencegah penularan virus corona, pihak desa rajin menyemprotkan disinfektan di rumah Giman.

“Yang datang wajib pakai masker dan kita selalu semprot rumah Giman dengan disinfektan untuk mencegah virus corona,” katanya saat ditemui, Kamis (9/7/2020).

Pemuda desa membuka lahan parkir dengan jarak 100 meter dari rumah Giman dan membatasi jumlah orang yang masuk.

Sebelumnya diberitakan, viral video di media sosial yang memperlihatkan puluhan warga mendatangi sebuah rumah yang diyakini berpindah dan meninggi dalam semalam.

Baca juga: Penjelasan Khofifah Soal Kabar Rombongan Gubernur Jatim Kecelakaan di Tol

Dari penelusuran, rumah tersebut milik Giman (47) warga Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Dari video yang beredar, terlihat warga berbondong-bondong datang ke rumah Giman.

Mereka penasaran bagaimana bisa rumah tersebut berpindah.

Ditemui di rumah orangtuanya, Giman mengatakan, rumahnya memang meninggi dari kondisi sebelumnya sekitar 1,3 meter.

Ini karena dia membangun tiang fondasi dengan pengerjaan yang sebenarnya sudah cukup lama.

Selain itu dijelaskan bahwa bukan bangunan rumah yang berpindah, tetapi atap rumah yang dipindahkan ke fondasi yang sudah dibangun.

 

Hal itu membuat seolah-seolah di mata orang awam bangunan rumah Giman telah berpindah karena terlihat atap bergeser beberapa sentimeter.

Giman memindahkan atap rumahnya seorang diri tanpa diketahui warga pertengahan Juni lalu.

“Kalau prosesnya sulit dijelaskan, pokoknya sekarang sudah naiklah,” ucap Giman, Kamis (9/7/2020).

Meski enggan menjelaskan lebih detail proses pembangunan rumah itu, Giman membantah ada unsur mistis yang membantunya dalam pembangunan.

“Enggak ada yang bantu. Ini adanya bolo satu yang membantu,” ujarnya sambil menunjuk anak perempuannya yang baru berumur dua tahun. (Kontributor Magetan, Sukoco)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Regional
Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Regional
Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Tertidur, Pasien di Rumah Sakit Dilecehkan Anak Teman Sekamarnya, Ini Kronologinya

Regional
Tertimpa Pohon Besar Saat Bersepeda, Ibu Empat Anak Tewas

Tertimpa Pohon Besar Saat Bersepeda, Ibu Empat Anak Tewas

Regional
Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Regional
Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X