Kisah Dokter Andani, Kepala Lab Unand yang Jadi Pahlawan Sumbar Kendalikan Covid-19 (1)

Kompas.com - 11/07/2020, 07:56 WIB
Kepala Labor Diagnostik dan Riset Penyakit Universitas Andalas, Andani Eka.Putra -Kepala Labor Diagnostik dan Riset Penyakit Universitas Andalas, Andani Eka.Putra

PADANG, KOMPAS.com - Provinsi Sumatera Barat berada di peringkat teratas untuk persentase positivity rate (PR) Covid-19 terendah di Indonesia.

Berdasarkan rilis dari Kementerian Kesehatan RI per 29 Juni 2020 lalu, Sumbar menempati posisi teratas dengan angka 1,8 persen.

Kemudian DI Yogyakarta dengan 1,9 persen, Riau 2,16 persen, Nusa Tenggara Timur 2,25 persen, Bangka Belitung 3 persen.

Pada awal Mei lalu, Sumbar sempat berada di posisi tujuh besar nasional dengan kasus tertinggi se-Indonesia.

Secara perlahan dan pasti, Sumbar sukses menekan angka itu. Sekarang turun drastis ke peringkat 17 nasional.

Baca juga: Disetujui Kemenkes, Sumbar Kini Punya Laboratorium Pemeriksaan Corona di RS Unand

Pernah periksa 2.600 sampel swab dalam sehari, libur hanya saat Idul Fitri

Di balik keberhasilan itu ada nama dokter Andani Eka Putra, Kepala Labor Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di laboratoriumnya, hingga sekarang sudah 55.000 sampel swab diperiksa sejak diberi izin Kemenkes pada 20 Maret 2020 lalu.

Laboratorium itu pernah mencatat rekor memeriksa sampel sampai 2.600. Jumlah yang cukup besar.

Dokter Andani bersama petugas pemeriksa sampel memang berjuang tanpa kenal lelah.

Tercatat hanya satu kali, Andani dan stafnya ini libur memeriksa sampel, yaitu ketika Lebaran 2020 hari pertama.

"Iya, kita liburkan sehari untuk memberikan waktu istirahat bagi petugas. Maklum mereka kerja tiap hari," kata Andani yang dihubungi Kompas.com saat itu.

Baca juga: Laboratorium Unand Periksa 22 Sampel Swab PDP Corona di Sumbar

Berawal dari Labor kecil

Andani menceritakan sebelum wabah Covid-19, laboratorium Diagnostik Universitas Andalas itu hanyalah labor kecil.

Peralatan yang dimiliki masih minim. Bahkan ada peralatan milik dokter Andani yang dibeli dengan dana pribadi dan kemudian dihibahkan ke  universitas.

Ketika wabah Covid datang, Andani terpanggil untuk berjuang melawan Covid.

Baca juga: Kisah Dr Andani, Pahlawan Sumbar Melawan Covid-19: Jihad Melawan Wabah, Swab dan Tracing Cepat Jadi Kuncinya (2)

 

Berdayakan mahasiswa jadi staf labor

"Kita didukung pihak universitas dan pemerintah daerah. Kapasitas labor ditingkatkan. Kemudian ditunjuk Kemenkes sebagai salah satu labor pemeriksa sampel," kata Andani.

Setelah ditunjuk, Andani menyiapkan stafnya. Hampir semuanya adalah mahasiswa.

"Awalnya mereka takut. Tapi setelah dikasih tahu ini tugas mulia dan kita menjalani tugas secara hati-hati, akhirnya mereka mau," jelas dokter Andani.

Baca juga: Laboratorium Unand Mampu Periksa Sampel Covid-19 dari Bengkulu dan Jambi

Kunci pengendalian Covid-19 di Tes Swab yang cepat, bukan di rapid test

Menurut Andani, Covid-19 merupakan penyakit yang penyebarannya sangat cepat.

Untuk memutus mata rantai penyebarannya dibutuhkan identifikasi pasien secara cepat. Caranya yaitu melalui tes swab bukan rapid test.

Tes swab, kata Andani merupakan satu-satunya cara untuk memastikan seseorang terkena Covid-19 atau tidak.

Sedangkan rapid test hanya alat untuk mengetahui reaktif atau tidaknya seseorang terhadap infeksi virus.

Baca juga: Laboratorium Unand Terima Permintaan Pemeriksaan Sampel Pasien dari Provinsi Tetangga

"Makanya hasil rapid test tidak menjamin seseorang positif atau tidaknya Covid-19. Kasus dua penumpang yang lolos naik pesawat hanya dengan bekal rapid test itu adalah contohnya," kata Andani ketika mengomentari dua penumpang positif Covid-19 yang lolos naik pesawat.

Rapid test sendiri, kata Andani, tidak direkomendasikan WHO untuk pemeriksaan Covid-19.

"Bayangkan kita pakai rapid test. Hasilnya tidak akurat. Orang Tanpa Gejala (OTG) ini masih berkeliaran menularkan virusnya. Sampai kapan bisa selesainya," jelas Andani.

(Bersambung)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.