Kompas.com - 10/07/2020, 20:57 WIB
Sebanyak 2.389 unit Handphone Black Market (BM) berbagai merek asal China diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri. Tidak saja mengamankan 2.389 unit Handphone BM, Ditreskrimsus juga berhasil mengamankan satu orang pelaku pemilik gudang berinisial A. DOK DITRESKRIMSUS POLDA KEPRISebanyak 2.389 unit Handphone Black Market (BM) berbagai merek asal China diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri. Tidak saja mengamankan 2.389 unit Handphone BM, Ditreskrimsus juga berhasil mengamankan satu orang pelaku pemilik gudang berinisial A.

BATAM, KOMPAS.com - Sebanyak 2.389 unit ponsel dari pasar gelap diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri.

Selain mengamankan ponsel black market (BM) asal China tersebut, polisi juga berhasil menangkap satu orang pelaku pemilik gudang berinisial A.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan mengatakan, gudang tersebut berada di Ruko Taman Nagoya Indah, Lubuk Baja, Batam.

Baca juga: Ini Pengakuan Pelaku Pembunuhan Guru SD di Dalam Ember

"Dari TKP tersebut diketahui ribuan ponsel yang ada di lokasi tersebut sama sekali tidak memiliki sertifikasi atau dokumen perizinan yang berlaku," kata Nugroho melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Nugroho menjelaskan, 2.389 unit telepon seluler berbagai merek tersebut diketahui dikirim dari China melalui jasa pengiriman ekspidisi.

Setelah tiba, barang tersebut disimpan di gudang yang ada di pertokoan Taman Nagoya Indah, Batam.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari hasil pemeriksaan, ribuan ponsel tersebut rencananya akan didistribusikan ke 18 pusat penjualan elektronik yang tersebar di Kota Batam.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Ibu Kandung di Deli Serdang Dihentikan, Ini Sebabnya

Ponsel tersebut akan dijual dengan harga murah yang berbeda dengan harga pasar.

"Dari perdagangan telepon seluler BM tersebut, potensi kerugian negara sebesar Rp 600 juta," kata Nugroho.

Menurut polisi, pelaku sengaja menghindari pajak masuk dengan membawa ponsel yang tidak bersertifikasi.

"Jasa pengiriman dari China dibawa oleh perusahaan BZ dan H. Saat ini penyidikan dan penyelidikan terus dikembangkan," kata Nugroho.

Adapun pelaku dijerat dengan Pasal 52 jo Pasal 32 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Pelaku terancam pidana penjara 1 tahun dan denda Rp 100 juta.

"Dalam kasus ini, polisi akan telusuri cara pengiriman barang ilegal ini, karena kemungkinan akan ada dugaan tindak pidana lainnya baik itu diperdagangan atau di kepabeanan," kata Nugroho.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X