Orangtua Siswa di Semarang Keluhkan Pungutan Uang di SMPN 5 Ambarawa

Kompas.com - 10/07/2020, 19:23 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

UNGARAN, KOMPAS.com - Orangtua siswa mengeluhkan adanya pungutan uang mencapai Rp 725.000 di SMP Negeri 5 Ambarawa Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu orangtua siswa, Tika mengatakan, hal tersebut dirasa tidak tepat dilakukan saat pandemi Covid-19 dan pola pembelajaran jarak jauh.

"Jumlahnya terhitung besar dan memberatkan siswa, apalagi ada beberapa item yang seharusnya bisa ditanggung Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Tika mengaku, dirinya wajib membayar iuran buku ujian Rp 150.000, foto ijazah Rp 30.000 dan tambahan jam pelajaran Rp 70.000, penulisan ijazah dan fotocopy Rp 25.000, serta katalog Rp 65.000.

Baca juga: SMA Negeri di Ungaran Prioritaskan Anak Anggota Satgas Covid-19 dalam Penerimaan Siswa Baru

Selanjutnya, kenang-kenangan untuk sekolah Rp 50.000, wasanawarsa Rp 200.000, sewa genset Rp 25.000, dan untuk mujahadah Rp 25.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlebih, kata dia, adanya konsumsi untuk pengawas ujian dikenakan kepada para siswa sebesar Rp 60.000.

"Pengawas ujian itu kan satu ruangan hanya satu orang, tapi dibebani Rp 60.000 per siswa. Kalau satu ruangan ada 15 siswa, masa satu pengawas makannya sampai 15 porsi per hari,” kata Tika.

Baca juga: PPDB Jateng Bermasalah, 85 Orangtua Calon Siswa Mengadu ke Ombudsman

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo mengatakan, kondisi di SMPN 5 Ambarawa memungkinkan ada penarikan iuran dari orangtua siswa dengan dasar musyawarah pihak sekolah, komite sekolah, serta orangtua siswa.

“Artinya sekolah dengan jumlah siswanya yang terlalu sedikit pasti beban orangtua juga menjadi lebih,” katanya.

Dia menegaskan, pihak sekolah diperbolehkan menarik iuran apapun kepada orangtua siswa sepanjang dilandaskan musyawarah dan kesepakatan bersama.

"APBD tidak bisa mengcover semuanya kalau itu dibebankan kepada pemerintah. Demikian halnya, meskipun sudah ada dana BOS, jika sekolah tidak bisa mengcover, masih bisa membebankan kepada orangtua sepanjang dilaksanakan melalui landasan musyawarah dan kesepakatan bersama," paparnya. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.