Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ambon, Seluruh Keluarga Dinyatakan Negatif

Kompas.com - 10/07/2020, 17:35 WIB
Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19. Horth RasurIlustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.

AMBON, KOMPAS.com - Keluarga pasien positif Covid-19 berinisial HK yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haulussy Ambon pada 26 Juni 2020, telah menjalani tes swab.

Mereka menjalani tes karena terlibat dalam pengambilan dan pemakaman paksa jenazah HK yang merupakan pasien positif Covid-19.

Baca juga: Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Salah satu anak HK, Sahal Keiya mengatakan, tak ada satu pun keluarga yang terlibat dalam pengambilan paksa jenazah itu yang dinyatakan positif Covid-19.

“Kita semua sudah di-rapid test hasilnya reaktif juga telah diambil swab dan hasilnya negatif,” kata Sahal saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Beberapa hari setelah kejadian, Pemerintah Kota Ambon mengambil sampel cairan tenggorokan seluruh keluarga yang diduga terlibat dalam insiden pengambilan paksa jenazah di Jalan Jenderal Sudirman Ambon.

Sahal menyangsikan status positif Covid-19 ayahnya. Menurutnya, jika benar keluarga yang terlibat dalam pengambilan jenazah, memandikan, dan memakamkan seharusnya positif Covid-19.

“Tapi faktanya hasil rapid test reakif, hasil swab kita semua juga negatif tidaka da yang positif padahal saya dan adik saya itu hampir sebulan kontak erat, ” ujarnya.

Ia menegaskan tak ada keluarga yang dinyatakan positif Covid-19. Buktinya, mereka masih berada di rumah, bukan di lokasi karantina.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Meykal Pontoh membenarkan, tak ada keluarga HK yang positif Covid-19.

Baca juga: Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

“Syukur Alhamdulillah negatif,” kata Meykal melalui pesan pendek kepada Kompas.com.

Menurutnya, para keluarga dinyatakan negatif Covid-19 karena memiliki imunitas tubuh yang kuat.

”Itu berarti imunnya kuat,” kata Meykal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Regional
Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Regional
Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Regional
Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Bertambah 62 Kasus Covid-19 di Banyumas, Klaster Ponpes Penyumbang Terbanyak

Regional
Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Cerita Bupati Maluku Tenggara Tentang Warganya yang Gemar Berkebun Selama Pandemi

Regional
Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Ridwan Kamil Teken Pinjaman Daerah Rp 1,8 Triliun dari PT SMI, Buat Apa?

Regional
Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Gelapkan Dana Bank BUMN Rp 40,5 Miliar, Dua Tersangka Langsung Ditahan

Regional
15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

15 Karyawan BRI Jepara Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Hotel

Regional
Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Kades Ini Diduga Pamer Alat Kelamin ke lstri Orang Lewat Facebook

Regional
Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Satu Dosen Universitas Jambi Positif Covid-19, Kampus Diliburkan 3 Hari

Regional
Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Usai Pengambilan Nomor Urut, Ngebas Maksimalkan Kampanye Daring

Regional
20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

20 Demonstran Diamankan Polisi Saat Unjuk Rasa Hari Tani di Gedung DPRD Sulsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X