Mengaku Polisi, Lima Orang Culik dan Aniaya Teman Kerja

Kompas.com - 10/07/2020, 11:37 WIB
Lima pemuda datang dari luar kota untuk menculik seorang pemuda asal Kapanewon (kecamatan) Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Mereka menganiaya pemuda itu lantaran dianggap sudah menggelapkan motor milik salah satu penculik. Keluarga korban tidak terima dan melaporkan ke polisi aksi penculikan hingga menyebabkan penganiayaan ini. KOMPAS.COM/DANI JULIUSLima pemuda datang dari luar kota untuk menculik seorang pemuda asal Kapanewon (kecamatan) Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Mereka menganiaya pemuda itu lantaran dianggap sudah menggelapkan motor milik salah satu penculik. Keluarga korban tidak terima dan melaporkan ke polisi aksi penculikan hingga menyebabkan penganiayaan ini.

Syafila juga melibatkan suaminya, Riyan, setelah mengetahui tempat tinggal Nyoto di Bumirejo. Riyan lantas mengajak teman-teman genk-nya untuk menekan Nyoto.

Penculikan terjadi pada pada 4 Juli 2020, pukul 03.00 WIB.

“Kepada Pak RT (mereka mengaku) saya dari Polda Sleman akan menangkap si Nyoto Riyadi. Kami tidak hanya mengejar pengakuan, tetapi bukti di lapangan,” kata Munarso.

Baca juga: Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Aksi itu berlangsung seolah para polisi hendak meringkus residivis. Semua terencana rapi. Masing-masing punya peran, baik mencari mobil rental, mengemudi mobil untuk membawa korban untuk membawa keliling korban, dan ada yang bertugas mengintai rumah sejak lama.

Di antara mereka juga ada yang bertugas mengepung rumah korbannya dan menjaga tiap pintu keluar. Ada pula yang bertugas meminta izin Ketua RT untuk mengamankan korban.

Mereka menyiapkan dua borgol dan stik lipat dari besi untuk meringkus Nyoto. Kemudian kekerasan itu pun terjadi di dalam rumah Nyoto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Korban dibawa dalam keadaan diborgol pakai mobil. Ia dibawa berkeliling termasuk sampai ke komplek Pemda Sleman.

"Di sana, dia diinterogasi," kata Munarso.

Penganiayaan dan interogasi terjadi berulang. Aksi kekerasan itu kembali terjadi hingga di sekitar bengkel Jalan Piyungan-Prambanan, Madurejo, Prambanan, Sleman.

Di sana, Nyoto bahkan sampai sempat dipukuli orang-orang yang mengaku dari kelompok yang menamai diri sebagai Ranggagas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X