Warga Makassar yang Tak Pakai Masker Langsung Rapid Test di Tempat

Kompas.com - 09/07/2020, 15:51 WIB
Serah terima jabatan Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar dari Prof Yusran Yusuf ke Prof Rudi Djamaluddin yang disaksikan oleh Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah di rumah jabatan Gubernur Sulsel Jl Jendral Sudirman, Makassar, Jumat (26/6/2020) sekitar pukul 14.00 Wita. Pemprov SulselSerah terima jabatan Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar dari Prof Yusran Yusuf ke Prof Rudi Djamaluddin yang disaksikan oleh Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah di rumah jabatan Gubernur Sulsel Jl Jendral Sudirman, Makassar, Jumat (26/6/2020) sekitar pukul 14.00 Wita.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin membuat kebijakan baru terkait warga yang melanggar peraturan protokol kesehatan.

Warga yang kedapatan tidak memakai masker di tempat umum langsung dilakukan rapid test di tempat.

Menurut Rudy, upaya tegas tersebut dilakukan untuk melandaikan penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

“Selain pembatasan pergerakan antarwilayah, Pemkot Makassar juga berencana melakukan random rapid test kepada warga yang masih bandel tidak menggunakan masker di tempat umum,” tegas Rudy di Markas Komando Lantamal VI Makassar, di Jalan Yos Sudarso, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Napi di Makassar yang Dipukul dalam Rutan Mengidap Gangguan Kejiwaan

Pelaksanaan tes secara acak, kata dia, akan difokuskan di pasar dan pusat perbelanjaan.

“Tim kita akan bergerak ke ruang-ruang publik, baik itu pasar, mal, taman-taman kota, termasuk di kawasan pemukiman. Jika ada warga yang ditemukan tidak menggunakan masker, maka akan kita lakukan random rapid test sambil membagikan masker. Ini juga bagian dari pengawasan kita agar tercipta kepatuhan untuk kebaikan bersama,” katanya.

Dia berharap masyarakat perlahan akan terbiasa memakai masker di tempat umum.

“Kita tidak bisa salahkan masyarakat hanya karena kurang edukasi. Makanya kita ingin tegas supaya tercipta kesadaran. Jika ini dikelola dengan edukasi yang baik, secara otomatis akan tercipta kedisiplinan yang bermuara pada perubahan kebiasaan, dan akhirnya menjadi budaya sehari-hari,” ujarnya.

Baca juga: 14 Tersangka Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di RS Makassar DPO

Saat berkunjung ke Lantamal VI Makassar, Rudy menyempatkan diri melihat kondisi di kompleks perumahan Angkatan Laut Dewa Kembar.

Rudy ditemani Hanarko Djodi melihat warga yang berada di luar rumah mengenakan masker dan gelang warna warni.

Hanarko Djodi menjelaskan, pemberlakuan penggunaan gelang warna warni sebagai identifikasi risiko terpapar Covid-19.

Dia menjelaskan, gelang berwarna hijau merupakan berisiko rendah dan digunakan oleh personel dan keluarga yang tinggal di mess, dan kompleks rumah jabatan Lantamal VI.

Sedangkan gelang berwarna kuning artinya berisiko sedang digunakan personel dan keluarga yang tinggal di luar kompleks Lantamal VI.

"Gelang warna merah itu digunakan oleh personel dan penghuni kompleks yang berinteraksi langsung dengan masyarakat umum atau pasien Covid-19 seperti personel rumah sakit, Dinas Kesehatan, personil dalam kategori ODP, PDP, pegawai koperasi, dan aktivitas sejenisnya,” jelas Hanarko Djodi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X