Kasus Pemerkosaan di Lembaga Perlindungan Anak dan Dugaan Perdagangan

Kompas.com - 09/07/2020, 14:04 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

LAMPUNG, KOMPAS.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung meminta kepolisian untuk mengusut dugaan perdagangan orang dalam kasus pemerkosaan terhadap anak korban pemerkosaan.

Adapun tersangka dalam kasus ini adalah DA, petugas di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A) Lampung Timur.

Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan mengatakan, penetapan DA sebagai tersangka adalah langkah awal untuk membongkar tindakan pidana perdagangan orang yang diduga juga dilakukan oleh DA.

Baca juga: Pemerkosa Anak Korban Pemerkosaan Ditetapkan sebagai Tersangka

Korban diduga diperkosa dan dijual saat menjalani pendampingan dan trauma healing oleh DA.

“Ini merupakan langkah awal bagi Polda Lampung untuk segera memeriksa tersangka yang dapat dikembangkan untuk menggali perkara pencabulan ini secara dalam, serta menyisir sejumlah terduga pelaku yang terlibat dalam kasus ini,” kata Chandra di Sekretariat LBH Bandar Lampung, Kamis (9/7/2020).

Chandra mengatakan, patut diduga tersangka telah melakukan tindak pidana perdagangan orang.

Hal itu sesuai dengan fakta dan keterangan korban di dalam proses pemeriksaan.

“Kami mendesak untuk segera diproses serta diusut sesuai dengan dugaan-dugaan yang ada di dalam perkara ini, sampai perkara ini terang. Termasuk indikasi dugaan perdagangan orang,” kata Chandra.

Baca juga: Tidak Lolos PPDB karena Rumah Jauh, Puluhan Orangtua Murid Protes

Tanggapan polisi

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan kasus.

Pandra mengatakan, saat ini penyidik masih fokus pada pemenuhan alat bukti dari perkara yang dilaporkan oleh keluarga korban, yakni dugaan pencabulan.

“Dikembangkan dahulu. Saat ini masih fokus pada laporan korban yakni dugaan tindak pidana Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014,” kata Pandra.

 

Pengakuan korban kepada LBH

Dugaan perdagangan orang tersebut diketahui saat korban mengadukan kasus itu ke LBH Bandar Lampung.

Kepala Divisi Ekosob LBH Bandar Lampung Suma Indra Jarwandi mengatakan, korban mengaku bahwa DA sempat menawarkan dirinya kepada orang lain berinisial BA.

“DA menawarkan kepada BA melalui pesan WhatsApp, lengkap dengan foto,” kata Suma.

Korban lalu dijemput oleh BA dengan alasan mengatarkan untuk berobat.

Korban dibawa oleh BA dan disetubuhi di salah satu hotel di Way Jepara, Lampung Timur.

Korban mengaku diberi uang sebesar Rp700.000, namun dibagi dua.

Sebesar Rp500.000 untuk korban dan Rp200.000 untuk DA.

Orang lain yang diduga telah "memesan" korban yakni seseorang berinisial A dengan uang sebesar Rp150.000.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perbaikan Jembatan Penggaron Picu Kemacetan di Tol Semarang-Solo

Perbaikan Jembatan Penggaron Picu Kemacetan di Tol Semarang-Solo

Regional
Karyawan PDAM Ditemukan Tewas, Kondisinya Sudah Membusuk

Karyawan PDAM Ditemukan Tewas, Kondisinya Sudah Membusuk

Regional
2 Pria yang Videonya Viral Jambret Uang Pengemis Tua Ditangkap, 1 Masih Buron

2 Pria yang Videonya Viral Jambret Uang Pengemis Tua Ditangkap, 1 Masih Buron

Regional
Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh

Sejumlah Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Malang Penuh

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 30 November 2020

Regional
Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Nekat Mudik ke Solo Saat Libur Panjang, Siap-siap Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 30 November 2020

Regional
Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Sempat Ditangkap, 2 Pelaku Money Politics Diduga Kabur ke Malaysia

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 30 November 2020

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Kasus Pembakaran Resto Legian, Polisi Cocokkan Wajah 5 Terduga Pelaku

Regional
Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Berita Terbaru Kasus Dugaan Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Regional
Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Pemerintah Desa Blokade 5 Rumah Pasien Positif Covid-19 Pakai Bambu, Ini Penjelasan Kades

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 November 2020

Regional
Angka 'Stunting' di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Angka "Stunting" di Sumedang Naik 3,28 Persen Akibat PSBB

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X