2 Kapal dan 13 Kru yang Hilang di Nias sejak 22 Juni 2020 Belum Ditemukan

Kompas.com - 09/07/2020, 10:47 WIB
Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Nias, Sumatera Utara menurunkan sejumlah personel bersama Kapal Negara (KN) SAR Nakula 230 berkecepatan 34 knot per jam untuk membantu operasi pencarian tenggelamnya KM Harapan Kita dan 9 nelayan yan di kabarkan tenggelam di sekitar perairan Pulau Simuk, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. HENDRIK YANTO HALAWAKantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Nias, Sumatera Utara menurunkan sejumlah personel bersama Kapal Negara (KN) SAR Nakula 230 berkecepatan 34 knot per jam untuk membantu operasi pencarian tenggelamnya KM Harapan Kita dan 9 nelayan yan di kabarkan tenggelam di sekitar perairan Pulau Simuk, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Tim SAR gabungan telah menghentikan pencarian 8 orang nelayan Kapal KM Harapan Ku dan 5 orang nelayan Kapal KM Camar Laut yang hilang di Perairan Pulau Simuk, Nias, Sumatera Utara, pada 22 Juni 2020 lalu.

Kepala Basarnas Nias M Agus Wibisono menyampaikan bahwa proses pencarian telah dilakukan hingga 7 hari.

Pencarian telah melibatkan hampir 200 personel Basarnas beserta relawan lainnya.

Baca juga: Terjadi Lagi, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Nias

Namun setelah dilakukan evaluasi, tim sepakat untuk melakukan penutupan pencarian dan dilanjutkan dengan pemantauan.

"Karena tidak ditemukan tanda-tanda, sehingga pelaksanaan akan diusulkan ditutup, dilanjutkan dengan pemantauan," kata Agus saat dikonfirmasi di Gunungsitoli, Rabu (8/7/2020).

Pada hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan memperluas areal pencarian hingga mencapai 800 mil laut persegi, dengan menggunakan seluruh armada yang dimiliki.

Namun hingga hari ke 7, pencarian nihil sehingga seluruh tim kemudian ditarik ke posko pencarian dan dikembalikan ke satuan potensi masing-masing.

Baca juga: 2 Kapal Tenggelam di Laut Nias, 13 ABK Hilang

Agus mengatakan, setelah penghentian ini, Basarnas Nias sudah meminta kelompok nelayan di Teluk Dalam dan Kepulauan Batu untuk melakukan pemantauan.

Jika ditemukan tanda-tanda baru, maka pencarian akan dibuka kembali.

Basarnas juga sudah melakukan komunikasi dan musyawarah kepada pihak keluarga di Teluk Dalam, Kabuaten Nias Selatan, serta Pemerintah Kabupaten Nias Selatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Regional
Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Regional
Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Regional
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Regional
PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

Regional
Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Regional
Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Regional
Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Regional
Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Regional
48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

Regional
Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Regional
Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Regional
22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

Regional
Seorang Pasien Covid-19 di Kulon Progo Meninggal, Punya Penyakit Asma

Seorang Pasien Covid-19 di Kulon Progo Meninggal, Punya Penyakit Asma

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X