Warga Kalbar yang Tak Pakai Masker Langsung Swab di Lokasi

Kompas.com - 08/07/2020, 22:15 WIB
Gubernur Kalbar Sutarmidji mengecek kesiapan Masjid Raya Mujahidin gelar shalat Jumat (5/6/2020). dok Pemprov KalbarGubernur Kalbar Sutarmidji mengecek kesiapan Masjid Raya Mujahidin gelar shalat Jumat (5/6/2020).

PONTIANAK, KOMPAS.com – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji kesal dengan warga yang tak menggunakan masker saat beraktivitas.

Menurut dia, pemerintah provinsi akan rutin menggelar razia.

Bagi warga yang kedapatan tak pakai masker akan langsung dites swab di lokasi.

“Jika ada yang tak pakai masker langsung ambil swab, tidak lagi rapid test. Bila perlu angkut ke Bandara Supadio, biar dia pulang jalan kaki, biar sehat,” kata Sutarmdiji kepada wartawan, Rabu (8/7/2020) sore.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Juli 2020

Untuk efektivitas razia, pemerintah provinsi telah menyiagakan 6 unit mobil ambulans serta bekerja sama dengan TNI/Polri untuk mendampingi petugas medis di lapangan.

“Sudah disiapkan 6 mobil ambulans dengan tim, termasuk dari TNI-Polri untuk back up. Kemarin sudah 68 orang yang tidak pakai masker dan dites swab,” ujar Sutarmidji.

Baca juga: Keluar Rumah Tak Pakai Masker, 68 Warga Pontianak Langsung Dites Swab

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 68 warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat terjaring razia masker, Senin (6/7/2020) sore.

Tidak seperti biasa, bagi pelanggar, langsung dilakukan pengambilan sampel lendir hidung dan tenggorokan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengatakan, dengan didampingi TNI dan kepolisian, razia ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dan menghentikan penyebaran Covid-19.

“Hari pertama, kemarin, 68 warga terjaring razia masker yang digelar bersama TNI dan kepolisian di Bundaran Digulis Untan (Universitas Tanjungpura) Pontianak,” kata Harisson, Selasa (7/7/2020) pagi.

Harisson menjelaskan, sampel lendir hidung dan tenggorokan 68 pelanggar ini akan dibawa dibawa ke Laboratorium Rumah Sakit Untan Pontianak untuk diperiksa dengan menggunakan metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR).

“Jika nanti hasil swab itu ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka yang bersangkutan akan langsung diisolasi dan dilakukan tracing kontak,” ungkap Harisson.

Harisson menegaskan, masyarakat harus tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, jaga jarak dan rutin cuci tangan. Karena itu, dia memastikan, razia masker dengan uji swab di tempat akan terus dilakukan secara rutin.

“Hal ini agar masyarakat disiplin. Tidak abai protokol kesehatan,” pungkas Harisson.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis Slovakia Dibunuh Mantan Pacar, Motif Pelaku Sakit Hati Diputus Korban

Turis Slovakia Dibunuh Mantan Pacar, Motif Pelaku Sakit Hati Diputus Korban

Regional
Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran via Cineam Tertutup Longsor

Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran via Cineam Tertutup Longsor

Regional
Puting Beliung Wonogiri yang Viral, Ukurannya Terbesar dari Sebelumnya

Puting Beliung Wonogiri yang Viral, Ukurannya Terbesar dari Sebelumnya

Regional
Rasa Haru Anggota TNI Dibangunkan Rumah oleh Wakapolres

Rasa Haru Anggota TNI Dibangunkan Rumah oleh Wakapolres

Regional
Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Regional
Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujuannya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujuannya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Regional
Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Regional
Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Regional
Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Regional
Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Regional
Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Regional
'Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak'

"Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak"

Regional
9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X