Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Kompas.com - 08/07/2020, 19:01 WIB
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler dan Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustav Latuheru saat memberikan keternagan kepada waratwan di salah satu hotel di Ambon, Minggu (5/7/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYWali Kota Ambon, Richard Louhenapessy didampingi Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler dan Sekretaris Kota Ambon Anthony Gustav Latuheru saat memberikan keternagan kepada waratwan di salah satu hotel di Ambon, Minggu (5/7/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengungkapkan sejumlah alasan dirinya meminta bantuan mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR) dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

Ricrad menuturkan, salah satu alasan utama ia meminta bantuan mobil tersebut ke pemerintah lantaran Kota Ambon tidak memiliki rumah sakit yang dikelola sendiri.

Selain itu, pemerintah Kota Ambon juga tidak memiliki peralatan dan laboratorium untuk melakukan swab terhadap sampel spesimen pasien.

“Pertama, itu Kota Ambon tidak punya rumah sakit, yang ada itu milik pemprov Maluku jadi kita bergantung ke pemprov. Lalu, selama ini kami hanya bisa melakukan rapid test, tapi untuk swab itu di provinsi, semua satu pintu,” kata Richard, kepada Kompas.com, via telepon seluler, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Ingin Tracing Cepat, Pemkot Ambon Minta Bantuan Mobil PCR ke Menkes

Alasan lainnya, kata dia, saat ini sampel swab yang diperiksa sangat banyak dan menumpuk, sehingga potensi penyebaran corona di masyarakat tentu masih dimungkinkan terjadi.

Dengan mobil PCR tersebut, ia mengaku upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Ambon akan semakin maksimal.

Selain itu, lanjut Richard, Kota Ambon sebagai pusat pemerintahan dan pintu masuk menuju Maluku tentu akan menjadi tempat transit dari semua daerah di Maluku.

Di sisi lain, Kota Ambon yang saat ini telah keluar dari zona merah membutuhkan penangan khusus agar dapat menuju zona kuning Covid-19.

“Kota Ambon ini pusat transit, takutnya saat kami sudah di zona kuning semua warga dari Maluku, termasuk Papua dan daerah lain pasti akan datang ke Ambon, nah itu yang nanti akan sulit terpantau,” kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Regional
Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Regional
Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Regional
Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Regional
Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Regional
136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

Regional
Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Regional
Dua WNA Asal Pakistan dan Yaman Pemilik 821 Kilogram Sabu Divonis Mati

Dua WNA Asal Pakistan dan Yaman Pemilik 821 Kilogram Sabu Divonis Mati

Regional
136 Napi dan 16 Petugas Lapas Perempuan Kelas II A Tenggarong Positif Covid-19

136 Napi dan 16 Petugas Lapas Perempuan Kelas II A Tenggarong Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X