Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kompas.com - 08/07/2020, 18:18 WIB
PN, tersangka pengunggah video dokter tanpa busana saat memberikan keterangan di Polrestabes Surabaya, Selasa (7/7/2020). Dok. Satreskrim Polrestabes SurabayaPN, tersangka pengunggah video dokter tanpa busana saat memberikan keterangan di Polrestabes Surabaya, Selasa (7/7/2020).

KOMPAS.com - PN (34), pemilik akun Twitter @filipus_nove, tersangka pengunggah video dokter tanpa busana di Surabaya menyesali perbuatannya.

PN juga ingin meminta maaf langsung kepada dokter tersebut dan keluarganya.

"Dia menyesal sekali, dia juga berusaha minta maaf secara langsung kepada korban yang ada di video itu, karena dia rasa yang sudah dilakukan tidak bisa dibenarkan," kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizki Wicaksana saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Polisi telah berusaha memfasilitasi keinginan PN tersebut.

Tapi, niatan itu masih belum terkabul. Sebab, keluarga korban masih syok dengan kejadian itu.

Baca juga: Jadi Tersangka, Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana di Surabaya Dijerat UU ITE dan Pornografi

"Sampai sekarang belum bisa bertemu, karena keluarga korban juga susah dihubungi ya, karena masalah privasi, keluarganya juga masih syok," ujar Arief.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Asal bagikan informasi

Arief mengatakan, tersangka mengaku mendapatkan video dokter tanpa busana itu dari aplikasi pesan instan, WhatsApp.

Ia pun langsung membagikannya ke media sosial Twitter tanpa mencari tahu kebenaran video itu terlebih dulu.

"Dia suka nge-share, intinya pengen ngasih tahu ke khalayak umum," kata Arief.

 

Arief menyayangkan tindakan yang dilakukan PN. Seharusnya, masyarakat mencari tahu kebenaran informasi sebelum mengunggahnya ke media sosial.

"Salahnya itu dia tidak mem-filter, tidak melakukan kroscek, dan tidak memastikan lebih dulu kebenaran informasi itu," ujar dia.

Kepada polisi, PN mengaku tak tahu latar belakang kebenaran peristiwa dalam video itu.

Tapi, keterangan yang ditulis dalam unggahannya seolah-olah memahami masalah dari perempuan dalam video itu.

Baca juga: Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

"Dia tidak tahu kondisi yang sebenarnya, tapi seolah-olah dia tahu betul kondisi korban, karena yang bersangkutan juga bukan warga Surabaya," kata Arief.

Arief mengingatkan masyarakat lebih berhati-hati menggunakan media sosial.

Masyarakat juga diminta memperhitungkan dampak sebuah unggahan dan tak menyebarkan berita bohong.

"Saring dulu sebelum sharing, itu yang paling penting," kata Arief.

 

Atas perbuatannya, PN diancam pasal berlapis, yakni Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

"Untuk terkait mendistribusikan video yang melanggar asusila dan satu lagi kita sangkakan dalam pasal 29 Jo pasal 4 ayat 1 undang-undang Nomor 44 tahun 2008 pornografi dan paling lama hukuman 12 tahun," kata Arief.

Sebelumnya, PN (34) mengunggah sebuah video berdurasi 44 detik yang menampilkan seorang perempuan tanpa busana berdiri di pinggir jalan Kota Surabaya pada 9 Juni 2020.

Baca juga: Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Dalam keterangan di akun Twitter-nya, PN menuliskan perempuan itu adalah dokter yang depresi karena suami dan anaknya meninggal karena Covid-19. Ternyata informasi tersebut hoaks.

PN ditangkap di Perumahan Taman Ratu, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (21/6/2020) pukul 15.00 WIB.

Dalam penangkapan itu, petugas juga mengamankan sebuah ponsel milik PN.

(Kontributor Surabaya, Ghinan Salman)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.