Tersangka Pengunggah Video Dokter Tanpa Busana Menyesal, Ini Pengakuannya

Kompas.com - 08/07/2020, 17:10 WIB
PN, tersangka pengunggah video dokter tanpa busana saat memberikan keterangan di Polrestabes Surabaya, Selasa (7/7/2020). Dok. Satreskrim Polrestabes SurabayaPN, tersangka pengunggah video dokter tanpa busana saat memberikan keterangan di Polrestabes Surabaya, Selasa (7/7/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - PN (34), pemilik akun Twitter @filipus_nove, tersangka pengunggah video dokter tanpa busana di Surabaya menyesali perbuatannya.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizki Wicaksana membenarkan hal itu.

Arief menyebut, PN mendapatkan video itu dari grup WhatsApp. Ia langsung mengunggah video itu ke media sosial Twitter .

"Memang pada dasarnya, dia (tersangka) itu suka membagikan dan meneruskan informasi saja. Dia suka nge-share, intinya pengen ngasih tahu ke khalayak umum," kata Arief saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter

Kesalahan tersangka, kata Arief, tak menguji kebenaran video itu sebelum membagikan ke publik.

"Salahnya itu dia tidak mem-filter, tidak melakukan kroscek, dan tidak memastikan lebih dulu kebenaran informasi itu," ujar dia.

Kepada polisi, PN mengaku tak tahu latar belakang kebenaran peristiwa dalam video itu.

Tapi, keterangan yang ditulis dalam unggahannya seolah-olah memahami masalah dari perempuan dalam video itu.

"Caption yang dibuat itu, dia memang tidak tahu kondisi yang sebenarnya, tapi seolah-olah dia tahu betul kondisi korban. Dia sama sekali tidak tahu. Karena yang bersangkutan juga bukan warga Surabaya. Jadi dia enggak tahu situasi di sana," kata Arief.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Pemalang Sembuh dari Covid-19, Kuncinya Semangat dan Bahagia

Bupati Pemalang Sembuh dari Covid-19, Kuncinya Semangat dan Bahagia

Regional
Pilkada Jember, Partai Demokrat Dukung Pasangan Hendy-Gus Firjaun

Pilkada Jember, Partai Demokrat Dukung Pasangan Hendy-Gus Firjaun

Regional
Buka Pariwisata untuk Turis Domestik, Bali Fokus Bangun Kepercayaan Wisatawan

Buka Pariwisata untuk Turis Domestik, Bali Fokus Bangun Kepercayaan Wisatawan

Regional
Haru Pasangan yang Tinggal dengan Kambing Kala Rumahnya Direnovasi TNI

Haru Pasangan yang Tinggal dengan Kambing Kala Rumahnya Direnovasi TNI

Regional
Jalan Lintas Rokan Hulu-Bengkalis Rusak Parah, Warga: Kalau Panas Penuh Debu, Jika Hujan Berlumpur

Jalan Lintas Rokan Hulu-Bengkalis Rusak Parah, Warga: Kalau Panas Penuh Debu, Jika Hujan Berlumpur

Regional
Sekolah di Tangerang Raya Aktif Mulai September 2020, Ini Tahapannya

Sekolah di Tangerang Raya Aktif Mulai September 2020, Ini Tahapannya

Regional
Dokter RSUD Kota Madiun Positif Covid-19, 30 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Dokter RSUD Kota Madiun Positif Covid-19, 30 Tenaga Medis Jalani Tes Swab

Regional
Seminggu Karantina Mandiri, Kepala BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19

Seminggu Karantina Mandiri, Kepala BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19

Regional
Peredaran Narkoba di Jabar Naik 200 Persen Saat Pandemi Covid-19

Peredaran Narkoba di Jabar Naik 200 Persen Saat Pandemi Covid-19

Regional
Diduga Terbebani Biaya Nikah, Calon Mempelai Pria Bunuh Diri, Sempat Hubungi Calon Istri

Diduga Terbebani Biaya Nikah, Calon Mempelai Pria Bunuh Diri, Sempat Hubungi Calon Istri

Regional
Sekolah Swasta Ingin Terapkan Belajar Tatap Muka, Ini Jawaban Pemkot Ambon

Sekolah Swasta Ingin Terapkan Belajar Tatap Muka, Ini Jawaban Pemkot Ambon

Regional
Video Viral 'Aksi Dugem' Para Pendaki di Bukit Savana Rinjani, Langgar Protokol Kesehatan

Video Viral "Aksi Dugem" Para Pendaki di Bukit Savana Rinjani, Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Jumlah Pengguna Narkoba Terbanyak di Jabar Ada di Bandung, Depok, lalu Cianjur

Jumlah Pengguna Narkoba Terbanyak di Jabar Ada di Bandung, Depok, lalu Cianjur

Regional
Gempa Magnitudo 5,5 di Sumba Barat Daya, Warga Berhamburan Keluar, Tebing Pantai Runtuh

Gempa Magnitudo 5,5 di Sumba Barat Daya, Warga Berhamburan Keluar, Tebing Pantai Runtuh

Regional
Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Dikenakan Wajib Lapor

Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Dikenakan Wajib Lapor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X