Wapres Ma'ruf Amin: Pendidikan "Online" Tidak Optimal

Kompas.com - 08/07/2020, 15:42 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan dalam peringatan haul ke-49 pendiri NU, K.H. Abdul Wahab Chasbullah melalui video telekonferensi, Kamis (2/7/2020) malam. Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan dalam peringatan haul ke-49 pendiri NU, K.H. Abdul Wahab Chasbullah melalui video telekonferensi, Kamis (2/7/2020) malam.

SUKABUMI, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai, pendidikan online selama pandemi Covid-19 berlangsung tidak optimal.

Bahkan di beberapa daerah tidak bisa dilaksanakan karena terkendala jaringan internet.

'' Pendidikan online itu memang tidak optimal, bahkan di beberapa daerah tidak bisa dilakukan karena tidak ada jaringan,'' ungkap Ma'ruf dalam sambutan kunjungan kerja di SMAN 4 Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Kunjungan Kerja Perdana Sejak Covid-19, Wapres Maruf Amin ke Sukabumi

Karena itu, lanjut dia, sekarang bagaimana caranya pemerintah sekarang ini mengembalikan anak-anak ke kelas untuk mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Namun kondisinya belum memungkinkan.

Pertama daerah secara nasional masih ada yang statusnya merah, oranye, kuning, dan hijau. Sedangkan di Jawa Barat variasinya lebih banyak, ada hitam, merah, kuning, biru dan hijau.

''Tidak semua daerah bisa dibuka. Tapi sekarang, alhamdulillah untuk zona hijau bisa bagi yang mau membuka sekolah tatap muka dipersilakan,'' ujar Ma'ruf.

Pada kesempatan itu, Ma'ruf mengapresiasi SMAN 4 Kota Sukabumi yang berlokasi di zona hijau.

Saat ini SMAN 4 yang beralamat di Jalan Djuanda sedang mempersiapkan pelaksanaan proses KBM atau sekolah tatap muka.

''Saya memberikan apsresiasi kepada SMAN 4 di zona hjau dan juga ada inovasi-inovasi,'' kata dia.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengapresiasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang telah mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jabar.

Baca juga: Menteri Nadiem Makarim Sebut SMAN 4 Sukabumi Luar Biasa

Ma'ruf Amin juga mengapresiasi Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi atas keberhasilannya menjadikan Kota Sukabumi sebagai zona hijau di Jawa Barat.

''Untuk membuat satu wilayah menjadi zona hijau itu tidaklah sangat mudah,'' ujar Ma'ruf.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X