Karoseri Laksana Produksi Bus yang Terapkan Kursi Penumpang Berjarak

Kompas.com - 08/07/2020, 13:58 WIB
Bus produksi Karoseri Laksana menerapkan kursi penumpang yang berjarak. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANABus produksi Karoseri Laksana menerapkan kursi penumpang yang berjarak.

UNGARAN, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 menyebabkan bisnis transportasi terpukul karena adanya pembatasan pergerakan aktivitas masyarakat.

Kondisi ini menyebabkan pengusaha transportasi harus berpikir keras menyelamatkan usahanya.

Di tengah upaya pemerintah menggalakkan social dan physical distancing, Karoseri Laksana berinovasi dengan membuat bus yang jarak kursi penumpangnya diatur sedemikian rupa.

"Saat ini kita baru me-launching satu bus yang pengaturan jaraknya minimal 80 sentimeter hingga satu meter," kata Direktur Teknik Karoseri Laksana Stefan Arman saat menemui Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Arman Achdiat, di Ungaran, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Karoseri Tentrem Rancang Bus Social Distancing

Stefan mengatakan inovasi yang paling mencolok memang dari pengaturan jarak kursi penumpang.

"Pengurangan kursi mencapai 30 persen, jadi kapasitasnya hanya 32 hingga 35 kursi," paparnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, fitur di dalam bus tersebut menurutnya sudah memenuhi standar kesehatan dengan adanya penambahan beberapa perangkat.

"Di bus ini sudah ada partisi untuk melindungi pengemudi. Selain itu juga ada empat titik ventilasi di samping dan dua ventilasi di atas sebagai sirkulasi udara. Ruang kabin juga memiliki filter untuk menyaring virus," ungkapnya.

Baca juga: Ganjar Akan Berlakukan PKM di Semarang Raya

Sementara jika bus dalam keadaan kosong dan berhenti, diaktifkan Ultra Violet (UV) Light untuk membunuh virus.


Soal harga, Stefan mengatakan tidak lebih mahal dari bus yang didesain pada umumnya.

"Ini kan kita coba memberi solusi atas persoalan transportasi di masa pandemi kepada operator bus. Kita bisa juga membatu modifikasi agar konsep bus menerapkan social dan physical distancing," paparnya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Arman Achdiat mengatakan bus yang dirancang Laksana ini cukup inovatif.

"Ini reformasi transportasi di era new normal. Hanya perlu penambahan buat hand sanitizer dan cuci tangan," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X