Rabu Siang, Gempa Bumi Terjadi di Nias Utara

Kompas.com - 08/07/2020, 12:26 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Gempa tektonik bermagnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Rabu (8/7/2020), sekitar pukul 11.03 WIB.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Onowaembo Kota Gunungsitoli Buha M Simanjuntak.

Menurut Buha, getaran dirasakan cukup kuat dan terjadi di beberapa wilayah di Nias Utara.

Baca juga: Terjadi Lagi, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Nias

"Hasil analisis, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, getaran gempa cukup dirasakan oleh warga di Kepulauan Nias," kata Buha M Simanjuntak, saat dihubungi, Rabu.

Pusat gempa berada pada lokasi 1.27 LU dan 96.97 BT.

Pusat gempa berada di laut sekitar 47 kilometer arah barat daya Nias Utara dan berada di kedalaman 14 kilometer.

Berdasarkan laporan masyarakat, guncangan dirasakan di daerah Kabupaten Nias Utara dan Gunungsitoli.

Baca juga: Buruh Tebu Merelakan Motornya Dirampas agar Tidak Diperkosa

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

"Iya, tadi ada goyang-goyang, saya kira sedang pusing, gempanya cukup kuat," kata Indah yang merupakan warga Gunungsitoli kepada Kompas.com.

Restu, warga Kabupaten Nias juga merasakan guncangan saat sedang duduk.

"Lagi duduk, namun terasa diayun-ayun pelan," ujar Restu.

Hingga pukul 11.47 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang menyesatkan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

Regional
Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Regional
Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Regional
'Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua'

"Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua"

Regional
Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X