Rapid Test Penonton Rhoma Irama di Bawah Target, Ini Penjelasan Dinkes Kabupaten Bogor

Kompas.com - 08/07/2020, 06:46 WIB
Sebanyak 303 peserta mengikuti rapid test usai menonton Rhoma Irama di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2020). Dokumentasi Pemkab BogorSebanyak 303 peserta mengikuti rapid test usai menonton Rhoma Irama di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/7/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengakui bahwa rencana test Covid-19 terhadap penonton yang hadir di lokasi manggungnya Rhoma Irama tidak sesuai target awal.

Sebelumnya Dinkes memang menargetkan rapid test hingga tes usap tenggorokan (swab) sebanyak 500 peserta sesuai alat yang telah disediakan.

"Yang datangnya 303 orang. Ya kita menyiapkan (500) harus dong tapi kalau datangnya kan terserah mereka," kata Mike saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: 303 Penonton Rhoma Irama Jalani Rapid Test dan Hasilnya Non Reaktif

Menurutnya, rapid test Covid-19 yang digelar sejak pagi sampai siang itu sudah sesuai yang dilaporkan berdasarkan by name by address.

Begitu pula dengan mekanisme tracing yang dilakukan oleh Gugus Tugas tingkat desa hingga kecamatan serta tim Satgas Siaga Corona (Sisca).

Namun, kata dia, saat pelaksanaan terdapat banyak faktor sehingga sebagian warga yang telah dicatat tidak bisa hadir di lokasi tes atau tempat lokasi manggungnya Rhoma Irama.

Baca juga: Rhoma Irama Terancam Dihukum, Siapa di Balik Penampilannya di Bogor?

Lokasi penonton jauh, ke lokasi pun jalan kaki...

Dia menyebut bahwa salah satu hal yang menyebabkan yaitu akses ke lokasi cukup jauh berada di perbukitan dan tidak menutup kemungkinan semua warga tidak bisa sampai ke lokasi.

"Jauh banget jadi mungkin mereka sibuk kerja juga, ibu-ibu pada jalan, ya kita pahamilah, tapi yang penting mereka berniat ikut melaksanakan tes, baguslah kesadarannya sudah cukup baik," ungkapnya.

"Yang jelas tadi hadir ada 303 saja, itu juga satu-satu kita nungguin, karena masyarakat itu saya lihat dari pagi sampai siang masih jalan kaki, biasa orang desa kasianlah, kita juga harus memahami dong," imbuh dia menegaskan.

Baca juga: Kata Bupati Bogor soal Rhoma Irama Nekat Manggung: Proses Hukum Berjalan Terus

Kendati demikian, pihaknya akan mengupayakan untuk melakukan tes Covid-19 lanjutan kepada ratusan warga di sekitar lokasi hajatan yang diisi aksi panggung Rhoma Irama di Desa Cibunian itu.

Akan tetapi, kata perempuan berkacamata ini, tes Covid-19 lanjutan itu tidak serta merta dilaksanakan karena harus menunggu perkembangan dan perintah dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

 

"Ya nanti kita lihat saja bagaimana apakah mereka mau, karenakan kita mesti tahu kenapa mereka pada enggak datang, kan kita susah juga kenapa enggak hadir apakah dia berhalangan atau sakit, kita paham itu karena urusan pribadi masing-masing. Jadi tergantung bagaimana perintah (gugus tugas) kan kita tidak sendiri ada bagian divisi untuk tracing," beber dia.

Terkait sejumlah artis yang hadir di lokasi selain Rhoma Irama, Mike menyebut bahwa mereka berasal dari Jakarta sehingga tidak termasuk untuk terlibat rapid test.

Dia menjelaskan, mekanisme untuk tes Covid-19 terhadap sejumlah artis itu sangat rumit karena tim surveilans tidak bisa masuk wilayah kewenangan Dinkes Jakarta.

Yang jelas, tambah Mike, untuk kondisi Rhoma Irama sudah diketahui berdasarkan komunikasi pihak penyelenggara dalam hal ini Surya Atmaja.

"Artis itukan kalau kita lihat asalnya dari Jakarta dan itu punya tanggung jawab (Dinkes Jakarta) enggak boleh kita masuk ke tracing wilayah itu, karena pendataan dari mereka sendiri. Tapi kalau artis biasanya mandirilah (test) enggak mungkinlah enggak pasti (mereka) bisa test sendiri," tuturnya.

"Tapi pak Surya Atmaja juga sudah menghubungi mereka dan sehat semua artinya ada komunikasi baik jugalah," tegas Mike mengakhiri pembicaraan via telepon.

Sebelumnya diberitakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menggelar rapid test terhadap penonton yang hadir di lokasi manggungnya Rhoma Irama, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam hal ini untuk memastikan apakah penonton yang hadir pada saat itu ada yang terinfeksi virus Covid-19.

Hasilnya, tak ada peserta yang menunjukkan reaktif saat dilaksanakan rapid test pada pagi sampai siang tadi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X