Saat Kritikan kepada Polisi Berujung Jadi Tersangka

Kompas.com - 08/07/2020, 06:16 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Polisi menetapkan SJ alias KA (54), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT) sebagai tersangka.

Penetapan tersangka itu setelah SJ dilaporkan oleh mantan Kapolsek Maulafa Kompol Margaritha Sulabesi (52), karena dianggap melakukan penghinaan di media sosial.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Johannes Bangun mengatakan, kasus yang menyeret anggota ASN tersebut berawal dari postingannya di media sosial sekitar bulan Juli 2019 lalu.

Dalam postingan yang dilakukan itu, SJ mengkritik kinerja lembaga kepolisian, khususnya yang dilakukan oleh Polsek Maulafa.

SJ menganggap Polsek Maulafa tidak dapat bekerja secara maksimal dalam menangani sejumlah kasus.

Baca juga: ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Sehingga kasus seperti pencurian brangkas yang terjadi di balai BPSDM NTT senilai Rp 300 juta tidak dapat diselesaikan.

Tidak hanya itu, SJ, kata Johanes, juga mengkritik penanganan dua kasus penganiayaan dengan penyelesaian yang berbeda oleh Polsek Maulafa saat itu.

Menurut Johanes, alasan SJ melakukan kritikan tersebut sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kinerja di lembaga kepolisian, terutama Polsek Maulafa.

Hanya saja, karena kritikan itu diposting melalui akun media sosial, Kompol Margaritha Sulabesi (52) yang saat itu menjabat sebagai Kapolsek Maulafa tersinggung.

Kompol Margaritha Sulabesi menganggap kritikan yang disampaikan SJ dianggap sebagai bentuk penghinaan. Pasalnya, diposting melalui akun media sosial.

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasutri Temukan Sapinya Mati Tak Wajar, Diduga Dimangsa Kawanan Harimau

Pasutri Temukan Sapinya Mati Tak Wajar, Diduga Dimangsa Kawanan Harimau

Regional
Botol yang Dikocok Meledak, Dua Bocah SD Terluka, Satu Jari Putus

Botol yang Dikocok Meledak, Dua Bocah SD Terluka, Satu Jari Putus

Regional
Terima 3 Laporan, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik

Terima 3 Laporan, Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik

Regional
Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Asuransi dan Uang Transport Rp 200.000

Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dapat Asuransi dan Uang Transport Rp 200.000

Regional
PNS Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Banyumas Divonis 3,5 Bulan Penjara

PNS Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Banyumas Divonis 3,5 Bulan Penjara

Regional
Adik Mentan Ikut Pilkada Makassar 2020, Klaim Diusung 3 Partai

Adik Mentan Ikut Pilkada Makassar 2020, Klaim Diusung 3 Partai

Regional
Speedboat Tabrak Tongkang di Musi Banyuasin, Ibu Hamil 9 Bulan Tewas, Suaminya Masih Hilang

Speedboat Tabrak Tongkang di Musi Banyuasin, Ibu Hamil 9 Bulan Tewas, Suaminya Masih Hilang

Regional
BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

Regional
Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Regional
Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Regional
Upayakan Mediasi Terkait Kasus 'Kacung WHO', Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Upayakan Mediasi Terkait Kasus "Kacung WHO", Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Regional
Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Regional
Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Regional
Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Regional
Iring-iringan Mobil Polisi Alami Kecelakaan Beruntun, Ini Penyebabnya

Iring-iringan Mobil Polisi Alami Kecelakaan Beruntun, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X