Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Kompas.com - 07/07/2020, 22:25 WIB
Keranda Jenazah MS (50) diusung warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Selasa (7/7/2020) menuju pemakaman desa. Mereka memakamkan MS yangvdinyatakan positif covid19 tanpa prosesi pemakaman sesuai  protokol covid-19. FITRI RKeranda Jenazah MS (50) diusung warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Selasa (7/7/2020) menuju pemakaman desa. Mereka memakamkan MS yangvdinyatakan positif covid19 tanpa prosesi pemakaman sesuai protokol covid-19.

MATARAM, KOMPAS.com - Setelah mengambil paksa jenazah MS (50), warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, dari RSUD Kota Mataram, warga bersikeras menolak pemakaman sesuai protokol Covid-19.

Warga menolak karena menganggap MS tidak positif Covid-19.

Pantauan Kompas.com, warga sama sekali tidak menginginkan pemakaman dilakukan sesuai protokol Covid-19, menggunakan baju APD lengkap.

"Kami keluarga, memang diajak berbicara oleh aparat kepolisian, aparat desa, kecamatan, mereka mengharapkan kami melakukan prosesi pemakaman menggunakan baju APD, tapi kami tidak bisa, karena kami masih menganggap ibu kami tidak positif Covid," kata M, anak pertama MS.

Baca juga: Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Aparat Kepolisian, TNI, aparat desa dan satgas Covid-19 kecamatan telah berusaha meyakinkan keluarga agar melaksanakan pemakaman sesuai protokol Covid-19.

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo tetap berupaya agar warga ikut membantu pencegahan penyebaran Covid-19, dengan tidak melaksanakan pemakaman tanpa protokol Covid-19.

Bagus meyakinkan keluarga bahwa aparat sama sekali tidak berupaya untuk menghalang halangi proses pemakaman.

Jika memang warga dan keluarga menganggap almarhumah tidak positif Covid-19, tidak akan dipersoalkan.

"Hanya saja satu yang kami harapkan, sebagai bentuk dan upaya memberi pembelajaran pada masyarakat agar perduli atas penyebaran corona, kami harapkan dalam proses pemakaman dengan mengunakan pakaian APD, dan itu tidak akan menganggu kehikmatan prosesi pemakaman," kata Kapolres, sebelum prosesi pemakaman dilakukan.

Tetap tolak pakai APD

Awalnya, keluarga menerima. Namun, 5 menit sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan, warga dan keluarga berubah pikiran.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X