Masih Pandemi, Bali Terima Lagi Wisatawan di Akhir Juli, Pakar Sebut Terlalu Buru-buru

Kompas.com - 07/07/2020, 12:02 WIB
Pantai Kuta, salah satu destinasi wisata paling terkenal di Bali, ditutup selama pandemi Covid-19. Getty ImagesPantai Kuta, salah satu destinasi wisata paling terkenal di Bali, ditutup selama pandemi Covid-19.
Editor Rachmawati

Tahap ketiga, melaksanakan aktivitas secara lebih luas sektor pariwisata termasuk untuk turis asing mulai 11 September 2020 bertepatan hari Jumat, Kliwon, Sungsang, Sugihan Bali.

Tahap ini berjarak 42 hari, atauabulan pitung dina dari Tahap Kedua pada 31 Juli 2020.

Menurut Koster, semua tahap itu sudah disesuaikan dengan hari baik yang dipercaya umat Hindu Bali.

Baca juga: 2 Tenaga Medis Positif Corona Kontak dengan 25 Nakes Lain, Satu Puskesmas di Gianyar Bali Ditutup

Penerapan normal baru di sektor Pariwisata

Dewa Made Indra, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Bali menambahkan, normal baru di Bali berarti masyarakat bisa memulai aktivitas seperti sedia kala, tetapi ada hal barunya.

"Sekarang harus dilengkapi dengan protokol kesehatan, seperti pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan, dan hidup sehat," katanya.

Hal sama pun berlaku di bidang pariwisata. Apalagi, menurut Indra, pariwisata Bali termasuk sektor berisiko tinggi karena melibatkan warga internasional.

Saat ini kasus Covid-19 di berbagai negara juga masih tinggi.

"Karena itu perlindungan di sektor pariwisata harus lebih kuat," ujarnya.

Baca juga: Kabar Duka, Eks Kepala Dinas Kesehatan Bali Meninggal karena Covid-19

Perlindungan itu akan dilakukan secara bertahap mulai dari keberangkatan yang harus menyertakan hasil tes PCR negatif, pemeriksaan kesehatan ketika baru tiba di bandara, sampai saat masuk hotel atau mengunjungi objek wisata.

"Semua harus menggunakan protokol ketat, misalnya menerapkan social distancing," lanjutnya.

Untuk memastikan berjalannya protokol itu, kata Indra, pengawasan juga akan dilakukan di semua titik.

Pada saat berangkat, pengawasan dilakukan oleh pihak maskapai. Pada saat tiba di Bali akan diawasi karantina atau petugas kesehatan bandara. Pada saat di hotel, pengawasan oleh pihak hotel.

Baca juga: 8 Warung Makan Ramah Muslim di Bali yang Terkenal di Kalangan Wisatawan

"Pengawasannya berlapis-lapis," katanya.

Meski Bali menyatakan siap membuka pariwisata sebagai bagian dari normal baru, sejumlah pelaku pariwisata masih menanggapinya dengan hati-hati.

Pengelola desa wisata Penglipuran, Bangli, misalnya, mengaku siap tetapi semua pihak harus disiplin dan jujur.

"Sebelum pariwisata dibuka, perlu diverifikasi bila perlu ada semacam simulasi agar petugas betul betul siap," kata I Nengah Muneng, Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Obyek Wisata Desa Penglipuran Bali Ditutup Sampai Akhir Maret

Desa Penglipuran yang berada di Bali masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata di Indonesia lainnya.Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Desa Penglipuran yang berada di Bali masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata di Indonesia lainnya.
Penglipuran merupakan salah satu desa wisata di Bali. Desa ini terkenal karena tata desanya yang rapi dengan pintu gerbang yang sama.

Sebelum terjadi pandemi Covid-19, sekitar 750 turis tiap hari berkunjung ke sini. Tahun lalu, mereka mendapatkan pemasukan hingga Rp 4,9 miliar dari uang tiket.

"Itu belum termasuk dari warga yang mengelola homestay dan art shop," kata Muneng.

Sebagai adaptasi dengan normal baru, Muneng melanjutkan, pengelola Desa Penglipuran sudah mempersiapkan tempat cuci tangan di pintu masuk, toilet lebih banyak dan berkualitas, alat penyemprot disinfektan, dan masker.

Baca juga: Kenapa Desa Penglipuran Bisa Sukses Dapat Penghargaan Internasional?

"Beberapa bagian masih kami siapkan, seperti thermogun dan tata tertib dalam bentuk papan informasi," katanya,

Secara terpisah, Ketua Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Penglipuran I Wayan Liwat berharap pembukaan normal baru di desanya dilaksanakan secara terbatas.

"Bisa saja dibuka, tetapi sangat terbatas karena objek ini akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kalau tamu tidak masuk rumah penduduk, itu akan mengurangi risiko warga kami," katanya.

Liwat menambahkan, pariwisata di Bali bisa segera mulai dibuka karena dampak pandemi Covid-19 tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga ekonomi.

Sebagai warga yang tergantung dari pariwisata, Liwat mengaku sudah kehilangan pendapatan sama sekali sejak pariwisata di desanya ditutup pada 18 Maret 2020 lalu.

Baca juga: Penglipuran, Desa Wisata Bali dengan Sederet Penghargaan

Diharap terjadi percepatan

Kepolisian Bali menggunakan kearifan lokal untuk mengingatkan masyarakat menjalankan protokol Covid-19. AFP/SONNY TUMBELAKA Kepolisian Bali menggunakan kearifan lokal untuk mengingatkan masyarakat menjalankan protokol Covid-19.
Sementara itu, pengusaha paket liburan dan pemilik sebuah café di Bali, Yosep Allen Situmorang mengatakan sejak ada wacana pembukaan wisata, sejumlah mantan pekerjanya mulai menghubungi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X