[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

Kompas.com - 07/07/2020, 06:30 WIB
Gunung Guntur Arsip Goat Run Trail Running SeriesGunung Guntur
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Afrizal (16), warga Cilawu, Garut, Jawa Barat, sempat dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Guntur, Sabtu (4/7/2020).

Empat rekan korban yang panik kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya.

Setelah dilakukan pencarian, korban berhasil ditemukan 31 jam kemudian oleh warga di sekitar sumber air yang dikenal dengan nama Cikole.

Anehnya lagi, saat ditemukan tersebut korban dalam kondisi lemas, bingung, dan nyaris telanjang atau hanya menggunakan celana dalam.

Sementara di Jeneponto, Sulawesi Selatan, pihak keluarga mengambil paksa jenazah korban Covid-19 yang akan dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Hal itu dilakukan karena mereka tidak percaya dengan hasil tes swab yang dilakukan rumah sakit.

Pasalnya, korban saat itu dirujuk ke rumah sakit hanya karena perutnya tertusuk batang pohon kelor.

Dua berita tersebut menjadi perhatian pembaca di Kompas.com.

Berikut lima berita populer nusantara selengkapnya.

1. Misteri pendaki hilang di Gunung Guntur

Beberapa pendaki tengah mendaki Gunung Guntur dari pos pendakian Citiis, Desa Pasawahan. Padahal secara resmi, pendakian ke gunung tersebut telah ditutup karena kebakaran lahan, Jumat (28/9/2018).KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANG Beberapa pendaki tengah mendaki Gunung Guntur dari pos pendakian Citiis, Desa Pasawahan. Padahal secara resmi, pendakian ke gunung tersebut telah ditutup karena kebakaran lahan, Jumat (28/9/2018).

Afrizal (16), warga Cilawu, Garut, sempat dilaporkan hilang selama 31 jam saat melakukan pendakian di Gunung Guntur, Sabtu (4/7/2020).

Hilangnya korban saat itu cukup misterius. Pasalnya, terjadi saat sedang tidur di tenda yang didirikan di pos tiga bersama keempat rekannya.

Korban akhirnya berhasil ditemukan warga pada Minggu (5/7/2020) sekitar pukul 09.00 WIB, di sekitar mata air yang lokasinya cukup jauh dari tenda tersebut.

Saat ditemukan itu, korban dalam kondisi lemas dan bingung kenapa bisa berada di lokasi tersebut.

Anehnya lagi, korban ditemukan dalam keadaan nyaris telanjang.

"Kata korban, dia tidak tahu kenapa bisa sampai ada di situ, dia hanya ingat sedang tidur dalam tenda sama temannya," kata Entis.

Baca juga: Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Ditemukan Nyaris Telanjang di Sumber Mata Air oleh Penjaga Parkir

2. Pengambilan paksa jenazah Covid-19 di Jeneponto

Sejumlah warga membawa peti jenazah pasien covid-19 ke rumah duka untuk disemayamkan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan usai mengusir paksa petugas gugus tugas covid-19 yang hendak memakamkan korban. Sabtu, (4/7/2020).KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T. Sejumlah warga membawa peti jenazah pasien covid-19 ke rumah duka untuk disemayamkan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan usai mengusir paksa petugas gugus tugas covid-19 yang hendak memakamkan korban. Sabtu, (4/7/2020).

Jenazah pasien positif Covid-19 diambil paksa pihak keluarga saat akan dimakamkan petugas kesehatan di TPU Kampung Beru, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/7/2020).

Pihak keluarga menolak jenazah tersebut dimakamkan dengan protokol kesehatan dengan alasan tidak percaya hasil swab tes rumah sakit.

Pasalnya, saat dirujuk ke RSUD Lanto Daeng Pasewang, korban awalnya hanya mengalami luka akibat tertusuk batang pohon kelor di bagian perut.

"Gara-gara tertusuk batang kelor dinyatakan kena corona makanya kami menolak," kata Caya (40), salah seorang kerabat korban, melalui pesan singkat.

Baca juga: Video Viral Ratusan Orang di Jeneponto Bongkar Paksa Peti Jenazah Pasien Covid-19, Bawa Senjata Tajam

3. Pencari udang diduga dimangsa buaya

Kawasan Sungai Pangkalraya, Sei Selan Bangka Tengah.KOMPAS.com/HERU DAHNUR Kawasan Sungai Pangkalraya, Sei Selan Bangka Tengah.

Mahmud (16), diduga diterkam buaya saat akan mengambil jerat udang di Sungai Pangkalraya, Sei Selan, Bangka Tengah, Bangka Belitung, Sabtu (4/7/2020) malam.

Hingga saat ini, tim gabungan yang diterjunkan belum berhasil menemukan jasad korban.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Fazzli mengatakan, dugaan diterkam buaya itu karena lokasi tersebut merupakan habitatnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban menghilang sesaat setelah menerjunkan diri ke dalam sungai.

"Setelah kejadian memang ada terlihat buaya di dekat bakau," ujar Dul, kakak korban.

Baca juga: Nekat Menyelam pada Malam Hari, Pencari Udang Diduga Dimangsa Buaya

4. Ratusan polisi mengaku gunakan narkoba

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol SupriadiHANDOUT Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi

Sebanyak 240 anggota polisi di Sumatera Selatan mengaku telah menggunakan narkoba.

Pengakuan itu disampaikan setelah Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra membuat program "pengakuan dosa" dalam rangka HUT Bhayangkara.

Ratusan anggota polisi yang mengaku menggunakan narkoba itu selanjutnya akan dilakukan pendataan untuk proses rehabilitasi.

Karena pengakuan itu dilakukan secara sadar dan sukarela, mereka juga tidak akan diproses secara hukum.

"Sebelumnya Kapolda menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar membuat surat pengakuan dosa secara sadar, siapa saja yang terlibat narkoba. Namun, untuk yang tidak membuat akan diberikan tindakan tegas jika nanti tertangkap. Sejauh ini ada 240 anggota yang mengirimkan surat pengakuan dosa," kata Supriadi saat dihubungi, Senin (6/7/2020).

Baca juga: Lewat Pengakuan Dosa, 240 Polisi di Sumsel Mengaku Gunakan Narkoba

5. Perusahaan di Semarang jadi klaster baru

Ilustrasi virus corona, vaksin virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona, vaksin virus corona

Jumlah kasus Covid-19 di Semarang kembali bertambah sejak diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Penambahan kasus tersebut berasal dari klaster perusahaan.

Sedikitnya ada tiga perusahaan yang ditemukan kasus baru.

Ratusan karyawan yang tertular Covid-19 itu diduga karena perusahaan tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Jumlah positif yang baru ketahuan berdasarkan hasil swab test, di perusahaan A sekitar 47 orang, perusahaan B ada sekitar 24 orang, dan perusahaan C yang paling baru lebih dari 100-an orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

Baca juga: 3 Perusahaan di Semarang Jadi Sumber Penularan Covid-19

Sumber: KOMPAS.com (Penulis :Riska Farasonalia, Aji YK Putra, Heru Dahnur, Abdul Haq | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Abba Gabrillin, Khairina, Pythag Kurniati)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal'

"Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal"

Regional
Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X