Video Viral Wakil Bupati Garut Mengadu Layangan dan Kalah

Kompas.com - 06/07/2020, 18:47 WIB
tangkapan layar instagram wakil Bupati Garut Helmi Budiman KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGtangkapan layar instagram wakil Bupati Garut Helmi Budiman

GARUT, KOMPAS.com – Video Wakil Bupati Garut Helmi Budiman bermain layang-layang menjadi viral di Garut beberapa hari ini.

Video yang diunggah di akun instagram pribadi Helmi Budiman @kanghelmi_budiman yang memiliki pengikut lebih dari 16.000 follower, disukai netizen di Garut.

Dalam video berdurasi 1 menit tersebut, Helmi yang menggunakan kemeja lengan panjang rapi berwarna merah marun dan celana panjang hitam, tampak sibuk menarik benang layangan sambil melihat layangannya dan disaksikan dua anak laki-lakinya.

Dalam video tersebut, Helmi yang masih menggunakan masker lengkap, tampak serius mengendalikan layangannya dan diadu dengan layangan lain, hingga akhirnya layangan yang dikendalikan Helmi kalah.

Ah eleh (kalah) euy,” ucap Helmi yang disambut tawa sejumlah staf dan kedua anaknya.

Dalam unggahan video berdurasi 1 menit tersebut, Helmi pun menambahkan keterangan pada video tersebut berupa ucapan “Membahagiakan anak tak harus mahal, selamat berlibur, jaga kesehatan,” kata Helmi dalam postingan yang diunggah pada Minggu (5/7/2020) sore.

Dalam video tersebut, meski gerakan Helmi tampak kaku saat menarik benang untuk mengadukan layangannya dengan layangan lain, namun kedua anak laki-lakinya tampak menyimak serius.

Hingga Senin (6/7/2020) sore, unggahan Helmi dalam akun Instagram miliknya telah ditonton 3.998 kali dan mendapat 79 komentar.

Video tersebut direkam di depan rumah pribadi Helmi Budiman di Komplek Villa Intan, Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong.

Ogi Budiman, staf humas Wakil Bupati Garut membenarkan video tersebut diambil olehnya saat Helmi tengah mengasuh kedua anaknya bermain layangan di depan rumah.

Menurut Ogi, hal tersebut dilakukan Helmi di sela kegiatannya sebagai wakil bupati Garut.

“Bapak baru pulang dari acara di Hotel Sampireun Samarang, pulang ke rumah langsung ajak anak-anak main layangan,” katanya.

Mainan favorit

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman ketika dihubungi Senin (06/07/2020) petang mengakui, ia memang sengaja mengajak dua anak laki-lakinya yang masih kecil bermain layangan di depan rumah.

“Main layangan jadi salah satu alternatif mendekatkan emosional kita sebagai orangtua dengan anak,” kata Helmi saat dihubungi lewat sambungan telepon.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Membahagiakan anak tak harus mahal,selamat berlibur Jaga kesehatan. . . . #garut #jabarjuara #instagram #kanghelmi_budiman

A post shared by dr Helmi Budiman (@kanghelmi_budiman) on Jul 5, 2020 at 3:55am PDT

Helmi mengaku, bermain layang-layang jadi salah satu mainan favoritnya di masa kecil. Biasanya, ia bermain layang-layang setelah membantu sang ibu di rumah. 

“Apalagi berburu layangan yang putus, sudah nggak lihat sawah atau kolam orang pasti jadi sasaran,” katanya sambil tertawa.

Menurut Helmi bermain layangan memicu adrenalin, terutama jika sudah mendapat lawan dan siap beradu.

Saat itulah, adrenalin kita meningkat. Permainan layangan juga mengajarkannya untuk berlapang dada menerima kekalahan dan kemenangan.

“Kalau sudah dapat lawan, adrenalin kita semakin meningkat, meski pada akhirnya kita harus berlapang dada, siap menerima kalah dan menang,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X