Kronologi Seorang Pengusaha Rekayasa Perampokan, Takut Ditagih Utang hingga Tusuk Dada Sendiri

Kompas.com - 06/07/2020, 18:14 WIB
Pelaku perekayasaan perampokan di Tanggamus diperiksa aparat Polsek Sumber Rejo. (FOTO: Dok. Polres Tanggamus) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Pelaku perekayasaan perampokan di Tanggamus diperiksa aparat Polsek Sumber Rejo. (FOTO: Dok. Polres Tanggamus)

KOMPAS.com - Seorang pengusaha kopi di Tanggamus, Lampung, berinisial ZM (32) warga Pekon Argomulyo, Kecamatan Sumber Rejo, ditangkap polisi karena merekayasa perampokan yang menimpa dirinya, Kamis (2/7/2020).

Dalam laporannya ke polisi, pelaku mengaku telah dirampok setelah mengambil uang Rp 100 juta di BRI Sumber Rejo.

Bahkan, untuk meyakinkan aksinya tersebut. Pelaku nekat menusuk dadanya sendiri dengan menggunakan pisau.

Baca juga: Mengungkap Misteri Hilangnya Pendaki di Gunung Guntur, Ditemukan Nyaris Telanjang di Dekat Mata Air

Adapun motif pelaku melakukan aksi itu untuk menghindar pembayaran utang sebesar Rp 150 juta kepada lima orang yang sudah jatuh tempo.

Kapolsek Sumber Rejo AKP Takarinto mengatakan, dalam merekayasa aksi perampokannya, pelaku tidak sendirian. Ia dibantu D (41) yang merupakan teman satu kampungnya.

Diceritakan Takarinto, awalnya ZM mendatangi Bank BRI Sumber Rejo pada Kamis pagi.

"Pelaku mengaku mengambil uang sebesar Rp100 juta. Siang hari, sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku mengaku diserang orang tak dikenal, ditusuk di dada dan uangnya dirampok," kata Takarinto dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020).

Baca juga: Takut Ditagih Utang, Berpura-pura Dirampok hingga Tusuk Dada Sendiri

Namun, saat polisi melakukan konfirmasi ke pihak BRI Sumber Rejo, petugas menemukan kejanggalan, sehingga ZM yang saat itu menjadi pelapor, justru dicurigai.

Dari pengakuan pelaku, ternyata ia hanya mengambil uang sebanyak Rp 800.000, lalu melakukan sendiri kejadian perampokan dan penusukan di depan rumahnya.

"Motif pelaku adalah menghindar pembayaran utang sebesar Rp150 juta kepada lima orang yang telah jatuh tempo," ujarnya.

Baca juga: Pengakuan Pendaki yang Sempat Hilang di Gunung Guntur: Bisa Lihat Orang Lain tapi...

Sebelumnya diberitakan, seorang pengusaha kopi di Tanggamus, Lampung, merekayasa perampokan yang menimpa dirinya.

Untuk meyakinkan orang bahwa dia telah dirampok, pelaku yang berinisial ZM (32) bahkan sampai menusuk dadanya sendiri menggunakan pisau.

Dalam laporannya, pelaku mengaku uang sebanyak Rp100 juta miliknya telah dirampok. Namun, drama tersebut dibongkar oleh aparat Polsek Sumber Rejo.

Adapun motif pelaku merekayasa perampokan itu karena takut ditagih utang sebesar Rp 150 juta kepada lima orang yang sudah jatuh tempo.

Baca juga: Fakta Ayah di Lampung Perkosa Anak Kandung, Dilakukan Selama 13 Tahun hingga Dilaporkan ke Polisi

 

(Penulis : Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor : Abba Gabrillin)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalani 'Rapid Test' Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Jalani "Rapid Test" Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Regional
Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Cerita Nelayan Benur di Lombok yang Hidupnya Tak Tentu karena Tengkulak

Regional
Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Fakta Seorang Warga Kalsel Diterkam Buaya, Berawal dari Cuci Tangan di Pintu Air Tambak

Regional
Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Benteng Hock, Kantor Satlantas Polres Salatiga yang Dikenal Angker, Kini Jadi Spot Foto

Regional
Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran pada Pilkada 2020 Kota Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X