Pasien Positif Covid-19 Kabur dengan Kapal Feri, Semua Penumpang Dikarantina

Kompas.com - 06/07/2020, 14:39 WIB
Seluruh penumpang kapal ferry dengan rute  Buton ? Wakatobi terpaksa menjalani karantina di SDN 1 pongo, Kabupaten wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (6/7/2020) KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKESeluruh penumpang kapal ferry dengan rute Buton ? Wakatobi terpaksa menjalani karantina di SDN 1 pongo, Kabupaten wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (6/7/2020)

 

WAKATOBI, KOMPAS.com – Semua penumpang kapal feri dengan rute Buton– Wakatobi terpaksa menjalani karantina di SDN 1 Pongo, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (6/7/2020). 

Semua penumpang ini dikarantina disebabkan satu penumpang kapal feri, inisial HD, positif corona dan kabur saat hendak dibawa ke rumah sehat Gugus Covid Baubau.

“Di kapal tersebut ada warga yang terkonfirmasi positif, jadi mereka ini (semua penumpang) kita anggap kontak erat dengan salah satu pasien yang positif covid,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid Wakatobi, Muliaddin, Senin (6/7/2020). 

Baca juga: Euforia New Normal, Bupati Banyumas: Kita Harus Ngerem

Ke-74 penumpang kapal feri ini mulai menjalani karantina sejak Sabtu (4/7/2020) malam dan akan menjalani karantina selama dua minggu. 

Rencananya, semua penumpang akan menjalani tahap uji swab yang dilakukan tim Gugus Covid Wakatobi pada kamis  (11/7/2020).

“Jadi semua (penumpang ) harus diisolasi dan akan diperiksa agar 74 penumpang ini diketahui tertular atau tidak,” ujar Muliaddin. 

Sementara itu, menurut Juru Bicara Tim Gugus Covid 19 Kota Baubau, Lukman, pasien yang positif corona inisial HD (48), bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit swasta.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan melalui rapid test hasilnya reaktif, sehingga diprogramkan untuk melakukan swab

“Selama menunggu swab, pasien ini di Baubau, namun hasil swab dinyatakan positif, pasien ini menolak untuk bertemu dan berhubungan dengan petugas kami,” ucap Lukman. 

Baca juga: Upacara di Lapangan Karebosi, Pj Walkot Makassar Ingin Kasus Covid-19 Landai Akhir Juli

Namun, Tim Gugus Tugas Covid Baubau terus berupaya mencari tahu keberadaan pasien HD hingga dilakukan koordinasi degan Tim Gugus Tugas Covid Wakatobi. 

“Akhirnya lewat informasi dari keluarga pasien, diketahui keberadaan pasien yang sedang melakukan perjalanan melalui kapal feri Bahteramas,” kata Lukman. 

Pasien HD kemudian dijemput Tim Gugus Tugas Covid Wakatobi dari atas kapal feri dan menjalani karantina di RSUD Wakatobi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X