"Ngakunya Perlindungan Anak Ternyata Biadab"

Kompas.com - 05/07/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Nasib tragis dialami seorang seorang anak perempuan berinisial Nf (14), di Lampung Timur, Lampung.

Pasalnya, saat dititipkan orangtuanya di rumah aman milik lembaga pemerintah Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak ( P2TP2A) Lampung Timur, Nf justru menjadi korban pemerkosaan.

Ironisnya, terduga pelaku tersebut adalah DA yang tak lain adalah Kepala UPT P2TP2A itu sendiri.

Ayah kandung korban, Sugiyanto (51) tak menyangka atas apa yang dialami putrinya tersebut.

Sebab, alasan menitipkan anaknya di lembaga pemerintah itu awalnya karena ingin meminta perlindungan dan pendampingan. Mengingat putri sulungnya itu sebelumnya menjadi korban pemerkosaan oleh orang tak bertanggung jawab.

"Jelas saya tidak terima. Anak saya bukannya dilindungi malah dipaksa melakukan perbuatan mesum," ujar Sugiyanto dilansir dari TribunLampung, Sabtu (4/7/2020).

"Selama ini saya percaya karena dia pakai seragam kuning kunyit (PNS). Ngakunya perlindungan anak ternyata biadab," sesal Sugiyanto.

Baca juga: Pemulihan di Rumah Aman Milik Pemerintah, Bocah 14 Tahun Korban Perkosaan Dicabuli Kepala P2TP2A

Terungkap dari paman

Ilustrasi korban pemerkosaanKOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi korban pemerkosaan

Kasus pencabulan tersebut terungkap setelah korban berhasil kabur dari rumah aman dan menceritakan kepada pamannya pada Kamis (3/7/2020).

Putrinya tersebut tak berani menceritakan kepada Sugiyanto karena takut dimarahi.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Regional
Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Regional
Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Regional
Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Regional
Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Regional
2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

Regional
Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Regional
Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Regional
Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Regional
ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

Regional
Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Regional
Cegah Klaster Keluarga, RS Lapangan Akan Dibangun di Kota Malang

Cegah Klaster Keluarga, RS Lapangan Akan Dibangun di Kota Malang

Regional
Video Viral Seorang ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19

Video Viral Seorang ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19

Regional
Pemilik PO Pelangi Dijerat Pasal Narkotika dan Pencucian Uang

Pemilik PO Pelangi Dijerat Pasal Narkotika dan Pencucian Uang

Regional
 Pelaku Mengaku Bakar Bendera Merah Putih karena Hubungan Cinta dengan Pria Malaysia Tak Direstui Keluarga

Pelaku Mengaku Bakar Bendera Merah Putih karena Hubungan Cinta dengan Pria Malaysia Tak Direstui Keluarga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X