Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/07/2020, 18:13 WIB
Inadha Rahma Nidya,
Alia Deviani

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di saat wilayah lain mengalami masalah pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, justru sebaliknya. Padahal, masyarakat PPU belum familiar dengan hal tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Alimuddin mengatakan, hal tersebut karena guru-guru di PPU melakukan sosialisasi kepada para orangtua murid secara virtual.

Alimuddin mencontohkan, Kecamatan Sepaku memiliki jaringan paling bagus walau jarak dengan pusat Kabupaten PPU terhitung jauh. Meski begitu, di sana ada masyarakat yang belum paham, sehingga mengira anaknya tidak diterima jika namanya tidak terdaftar di suatu sekolah.

“Kecamatan Sepaku ada di pinggiran hutan, namun mereka kreatif. Jika ada masyarakat yang kesusahan, maka para guru akan memfasilitasi,” kata Alimuddin, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Gagal Masuk Sekolah Tujuan

Hal tersebut dikatakan Alimuddin, pada talkshow Tribun Kaltim On Focus bersama Smart FM Balikpapan 97.8 FM bertema Nasib Siswa yang Tidak Lolos Sekolah Negeri, Senin (29/6/2020).

Pada kesempatan tersebut Alimuddin mengatakan, sistem zonasi serta pendaftaran online atau manual bukan alasan anak-anak tidak bersekolah. Semua itu merupakan proses yang harus dijalani karena sesuai dengan visi dan misi Bupati PPU, yaitu maju, modern, dan religius.

“Makanya kami berani melaksanakan PPDB Online. Tidak ada alasan internet dan lainnya karena alhamdulillah sekolah dan guru-guru mampu mentransfer hal itu,” kata Alimuddin.

Kini, PPDB Online di PPU telah memasuki proses daftar ulang tahap kedua.

Baca juga: Sistem Zonasi Dapat Hilangkan Sekolah Favorit, Apa Kata Pengamat Pendidikan?

“Sekolah negeri dan swasta itu sama saja. Tidak ada sekolah yang paling memiliki kelebihan karena pemerintah akan menyamaratakan semua sekolah, baik dari aspek sarana dan prasana, maupun mutu tenaga pendidikan,” kata Alimuddin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com