Pasca-Bentrokan BLT di Madina, Kaum Pria Diduga Kabur hingga 3 Terduga Provokator Ditangkap

Kompas.com - 04/07/2020, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Situasi Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina) sempat memanas setelah penangkapan tiga warga yang diduga provokator kerusuhan beberapa hari lalu.

Menurut polisi, warga Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, nekat memblokade lagi jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Memang sempat ada aksi blokade jalan yang kedua kali. Namun karena ini sudah melanggar hukum harus kita proses. Dan akhirnya jalan kembali dibuka pada Kamis (02/07/2020) sekitar pukul 18.30 WIB," ungkap Kepala Urusan Humas Kepolisian Resor Madina Bripka Yogi saat dihubungi lewat telepon, Jumat (03/07/2020).

Baca juga: Situasi Terkini Pasca-bentrok soal BLT di Madina, Situasi Aman, Aparat Gabungan Terus Berjaga

 

Sementara itu, untuk mengendalikan situasi di desa tersebut, aparat gabungan dikerahkan.

Menurut Yogi, ada sedikitnya 300 personel gabungan dari Polisi, Brimob dan TNI yang disiagakan.

"Iya, sampai saat ini masih terus berjaga. Karena kami akan melakukan penyisiran, olah TKP dan kebutuhan penyidikan. Dan warga yang diduga terlibat kerusuhan, baru tiga orang yang kita amankan," kata Yogi.

Dari penelusuran Kompas.com, aksi blokade kedua sempat membuat jalur nasional lumpuh.

Sejumlah wartawan yang hendak meliput pun mendapat ancaman dari warga.

"Wartawan belum ada yang berani masuk ke Desa Mompang Julu. Sudah ada yang diancam dan diusir tadi. Dan kami tidak mau ambil resiko," kata Syahrul Ramadan, wartawan media lokal setempat.

"Ini masih terus berjaga, situasi lengang namun sedikit mencekam. Belum ada kesepakatan apapun," kata Syahrul.

 

Tiga provokator diamankan

Kondisi jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang kembali diblokade warga paska bentrok di Desa Mompang Julu, Mandailing Natal, Kamis (02/07/2020). Sebelumnya, akibat aksi bentrok tersebut sedikitnya enam polisi luka-luka dan tiga kendaraan hangus dibakar massa.handout Kondisi jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang kembali diblokade warga paska bentrok di Desa Mompang Julu, Mandailing Natal, Kamis (02/07/2020). Sebelumnya, akibat aksi bentrok tersebut sedikitnya enam polisi luka-luka dan tiga kendaraan hangus dibakar massa.

Dari hasil penyelidikan polisi, setidaknya tiga warga diduga melakukan provokasi saat aksi protes BLT pada Senin (29/6/2020).

Dalam aksi tersebut, massa membakar sejumlah kendaraan, salah satunya mobil Wakapolres Mandailing Natal.

Selain itu, enam polisi menderita luka-luka dalam bentrokan tersebut.

"Ada tiga orang yang kita amankan. Dan itu yang menyebabkan warga kembali memblokade jalan," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Madina AKP Azwar Anas saat dihubungi lewat telepon, Kamis (02/07/2020).

Baca juga: Pascabentrokan gara-gara BLT di Madina, Polisi Tangkap 3 Warga, Situasi Kembali Mencekam

 

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi protes dana BLT yang dipotong dari Rp 600.000 menjadi Rp 200.000 berujung rusuh.

Warga mendesak kepala desa mundur. Senin (29/06/2020) malam.

Mediasi yang dilakukan Camat Panyabungan Utara Ridho Pahlevi didampingi Komandan Koramil dan Kapolsek setempat berhasil meredam setelah kepala desa sudah menyatakan diri untuk mundur dari jabatannya.

"Demikian surat pernyatan Kepala Desa yang sudah bersedia untuk mengundurkan diri yang saya bacakan. Dan kami meminta kepada warga untuk membuka jalan demi kenyamanan kita bersama," ungkap Camat, Senin (29/06/2020).

Sisir desa kejar provokator

Personel dari Polres Mandailing Natal (Madina), Ditreskrimum Polda Sumut dan Batalyon C Brimob menyisir Desa Mompang Julu guna melakukan identifikasi, pascabentrokan gara-gara BLT yang terjadi pada Senin (29/06/2020). Akibat kejadian itu sedikitnya enam polisi luka-luka, dua mobil dan satu sepeda motor hangus dibakar massa.handout Personel dari Polres Mandailing Natal (Madina), Ditreskrimum Polda Sumut dan Batalyon C Brimob menyisir Desa Mompang Julu guna melakukan identifikasi, pascabentrokan gara-gara BLT yang terjadi pada Senin (29/06/2020). Akibat kejadian itu sedikitnya enam polisi luka-luka, dua mobil dan satu sepeda motor hangus dibakar massa.

Pasca-kerusuhan, polisi terus melakukan penyelidikan. Menurut Yogi, hingga saat ini mereka masih melakukan penyisiran para pelaku yang diduga terlibat.

Penysiiran dilakukan oleh 70 personel dari Polres Madina, Ditreskrimum serta Batalyon C Polda Sumatera Utara.

Untuk sementara, hasil dari penyisiran tersebut, polisi tidak menemukan satu pun laki-laki dewasa di desa tersebut.

"Ini kami bersama Pak Kapolres Madina, Wadir Krimum Polda Sumut dan Brimob sedang turun ke lokasi dan melakukan penyisiran. Dan kami tidak ada menemukan satu pun laki-laki di kampung ini," kata Yogi lewat sambungan telepon kepada kompas.com, Jumat (3/07/2020).

(Penulis: Kontributor Padang Sidempuan, Oryza Pasaribu | Editor: Aprillia Ika)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.