Alasan Tito Karnavian Sambangi Sumut, Ada "Rapor Merah" soal Anggaran Pilkada

Kompas.com - 03/07/2020, 17:36 WIB
Menteri Dalam Negeri (tengah) Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat koordinasi pelaksanaan pilkada serentak 2020 di Hotel Grand Aston, Medan pada Jumat (3/7/2020). Menurut Tito, permasalahan anggaran atau NPHD kepada KPU dan Bawaslu harus tuntas secepatnya karena tanggal 15 Juli sudah dilakukan pemutakhiran data potensial pemilih. KOMPAS.COM/DEWANTOROMenteri Dalam Negeri (tengah) Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat koordinasi pelaksanaan pilkada serentak 2020 di Hotel Grand Aston, Medan pada Jumat (3/7/2020). Menurut Tito, permasalahan anggaran atau NPHD kepada KPU dan Bawaslu harus tuntas secepatnya karena tanggal 15 Juli sudah dilakukan pemutakhiran data potensial pemilih.

MEDAN, KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berkunjung ke Medan, Sumatera Utara, untuk bertemu dengan Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi

Mendagri Tito beserta Gubernur Eddy dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bertemu dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Hotel Grand Aston Medan, Jumat (3/7/2020).

Dalam rapat tersebut, mereka membahas Sumut yang memiliki rapor merah anggaran Pilkada, yakni untuk KPU dan Bawaslu. 

Baca juga: Cerita Eddy Rahmayadi, Kaget Ditelepon Tito Karnavian Malam-malam soal Pilkada

“Bang, ini Pilkada 9 Desember ini salah satu daerah yang kita catat dalam data Kemendagri problemanya kan anggaran yang paling utama," kata Tito, saat berbicara di rapat tersebut, Jumat. 

"Anggarannya banyak yang merah, karena banyak yang Naskah Perjanjuan Hibah Daerah (NPHD)-nya di bawah 10 persen, kepada KPU dan Bawaslu. Kasian teman-teman KPU dan Bawaslu nanti enggak bisa kerja,” lanjutnya.

Dikatakannnya, dalam rapat koordinasi kesiapaan Pilkada se-Sumut, pihak KPU Sumut dan Bawaslu sudah menyatakan siap untuk pelaksanaan Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2020.

Baca juga: Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

 

Gubernur Sumut, Eddy Rahmayadi bahkan sudah memberikan hibah tanah dan kantor untuk KPU Sumut yang mana hal tersebut menunjukkan dukungannya terhadap proses demokrasi.

“Kemudian dari sisi anggaran, tadi disampaikan, sebagian persoalan anggaran untuk pilkada dari NPHD kepada KPU dan Bawaslu ada yang mencapai 100 persen, ada juga yang baru separo, ada yang masih kecil, (contohnya) Mandailing Natal (Madina) dan Samosir. Tapi tadi sudah disampaikan Bupati Samosir bahwa tanggal 7 Juli akan diberesin semua,” katanya.

Realisasi anggaran

Begitu halnya dengan APBN, sudah dihibahkan atau ditransfer oleh Kementrian Keuangan, sekitar Rp 990-an miliar dan kepada Bawaslu sebanyak Rp 157 miliar, sudah sampai di kabupaten/kota dibagikan  oleh KPU dan Bawaslu pusat.

Artinya, anggaran dari daerah sudah masuk ada yang 100 persen, APBN sebagian sudah masuk untuk tahap pertama dan untuk wilayah Sumut sudah masuk semua.

“Tinggal sisa realisasi anggaran yang belum 100 persen paling lambat minggu depan sudah diserahkan atau sudah dicairkan kepada Bawaslu dan KPU masing-masing karena tanggal 15 Juli sudah mulai pemutakhiran data potensial secara door to door,” katanya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

Regional
Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Regional
Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Regional
Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Regional
Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Regional
Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Regional
Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Regional
Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Regional
Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X