Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Respons Gugus Tugas Covid-19 Sulsel soal Ada Dokter Seorang Diri Rawat 190 Pasien

Kompas.com - 03/07/2020, 16:40 WIB
Himawan,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel angkat bicara mengenai kisah dokter Sugih Wibowo yang menangani 190 pasien di Hotel Harper seorang diri

Wakil juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Syafri Kamsul Arif menyayangkan hal itu. 

Dia juga heran dokter asal Maros itu belum menerima insentif dan hanya menjadi satu-satunya yang menangani pasien di program pemerintah yang bertajuk wisata Covid-19 tersebut.

Baca juga: Kisah Dokter di Makassar yang Seorang Diri Rawat 190 Pasien Covid-19

"Saya secara teknis meminta klarifikasi dari Dinkes (Dinas Kesehatan) Maros dan Dinkes Provinsi (Sulawesi Selatan)," kata Syafri kepada Kompas.com melalui telepon, Jumat (3/7/2020).

Syafri mengatakan, seharusnya para tenaga kesehatan dan dokter yang secara langsung menangani pasien Covid-19 sudah mendapatkan haknya.

Pria yang juga menjabat Direktur Rumah Sakit Pendidikan Unhas ini mengimbau Dinas Kesehatan Maros segera menelusuri hal yang menimpa Dokter Sugih.

"Insentif di Rumah Sakit itu sudah dicairkan yang bulan Maret, April. Makanya saya pertanyakan kenapa dokter itu belum dicairkan. Harus diusulkan oleh institusinya misalnya kalau dia dari Dinkes harusnya Dinkes Maros atau Sulsel yang mengusulkan. Harus dapat!" tegas dia.

Baca juga: Fakta Dokter di Makassar Rawat 190 Pasien Covid-19 Seorang Diri, Insentif Belum Dibayar hingga Kangen Anak Istri

Terkait penyebab hanya Dokter Sugih yang sendirian menangani pasien di Hotel Harper, Syafri lagi-lagi berujar, hal itu juga menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Maros.

"Tanggung jawab dari Dinas Kesehatan Maros kenapa dia sendiri. Saya kira akan diklarifikasi dan perlu penambahan dokter di situ," kata Syafri. 

Sebelumnya diberitakan, dokter Sugih Wibowo (37) tak pernah menyangka bakal menjadi dokter yang merawat 190 pasien positif virus corona tanpa menerima insentif sama sekali.

Dokter Sugih merupakan satu-satunya dokter yang diberi tanggung jawab untuk merawat pasien Covid-19 yang tergabung dalam program duta wisata Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Harper, Makassar.

Sejak 25 Mei 2020, pria yang sebelumnya bekerja di Puskesmas Maros ini rela meninggalkan istri dan anaknya yang berusia tiga bulan demi tugas dan tanggung jawab kemanusiaan.

Baca juga: Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Namun, dia tidak menyangka bakal menjadi satu-satunya dokter di Hotel Harper yang merawat 190 pasien.

Berbeda dengan hotel-hotel lain yang menjadi tempat program wisata Covid-19 lainnya yang diisi beberapa dokter.

"Di sini saya hanya sendirian dokter dan ditemani tiga orang perawat tangani 190 pasien. Kita bagi shift, digilir, dan tetap saling backup," kata Sugih saat diwawancara sejumlah wartawan, Kamis (2/7/2020).

Tugas Sugih sebagai garda terdepan dalam menyembuhkan pasien Covid-19 dijalankannya dengan sikap profesionalisme tinggi.

Baca juga: Dokter Arief Basuki Meninggal karena Covid-19, Bertugas Merawat Pasien Corona di Surabaya

Meski sadar risiko terpapar dan kelelahan mengintai, tapi hal itu tak menyurutkan Sugih bersama tiga perawat untuk merawat pasien Covid-19 tiap harinya.

"Ini jelas tidak sebanding. Jumlah pasien di sini dengan kami. Selama 24 jam full saya standby terus. Saya memang mengajukan diri, tapi tidak berpikir kalau sampai sendiri begini," kata Sugih.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com