Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasien Covid-19 Curhat ke Bupati Ditelantarkan, Gugus Tugas: Tak Sesuai Fakta

Kompas.com - 03/07/2020, 10:05 WIB
Moh. Syafií,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

JOMBANG, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang menyebut ada beberapa fakta yang dikaburkan pasien saat menyampaikan curhat kepada Bupati Jombang Mundjidah Wahab, beberapa hari lalu.

Curhat pasien Covid-19 yang menempati rumah karantina di Gedung Tenis Indoor milik Pemkab Jombang, terekam dalam sebuah video yang viral sejak Minggu (28/6/2020).

Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno mengatakan, salah satu poin curhat yang tidak sesuai fakta adalah tidak ada perawatan atau pun kunjungan tenaga medis kepada pasien corona di tempat karantina.

"Kalau tidak ada tenaga medis di tempat karantina, kami pastikan itu tidak sesuai fakta. Kami tidak mungkin membiarkan tempat karantina pasien Covid-19 tanpa ada petugas. Setiap hari ada petugas di sana," kata Budi kepada Kompas.com, Kamis (2/6/2020).

Baca juga: Curhat Pasien Covid-19 kepada Bupati, Ditelantarkan dan Tak Dirawat di Tempat Karantina

Menurut Budi, penanganan pasien Covid-19 memiliki beberapa klasifikasi yang berdasarkan tingkat risiko, atau kondisi kesehatan setiap pasien.

Untuk pasien positif corona dengan kondisi memerlukan perawatan intensif, pasien dirawat di rumah sakit dengan dukungan alat kesehatan yang memadai serta diawasi para dokter ahli.

Sedangkan untuk pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi dinyatakan sehat secara klinis, ditempatkan di rumah karantina STIKES Pemkab Jombang dan Gedung Tenis Indoor.

Seluruh pasien yang menempati rumah karantina di STIKES dan Gedung Tenis Indoor Pemkab Jombang, diawasi oleh petugas medis dari RSUD Jombang.

Rumah karantina merupakan tempat isolasi untuk pasien Covid-19 yang tidak merasakan keluhan atau Orang Tanpa Gejala (OTG), sebelum dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan swab.

Baca juga: Viral, Video Aksi Berbahaya 3 Wanita Bermain TikTok Tari India di Jembatan Suramadu

Di tempat karantina, pasien yang menjalani isolasi mendapatkan pengawasan dan pelayanan kesehatan dari para tenaga medis RSUD Jombang.

"Karena jumlah dokter spesialis di Jombang ini sangat terbatas, maka mereka dikonsentrasikan untuk menangani pasien yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit," ungkap Budi Winarno.

Bansos untuk Keluarga Pasien

Saat curhat kepada Bupati Jombang melalui aplikasi video call, para pasien corona melalui Kadir, menyampaikan kekhawatiran mereka tentang keluarga yang ada di rumah.

Baca juga: Risma Menjawab Alasan Bersujud, Marah soal Mobil PCR, hingga Surabaya Jadi Wuhan

Keluhan itu, kata Budi, sudah dijawab oleh Bupati Jombang Mundjidah Wahab dengan penyaluran bantuan sosial untuk keluarga pasien corona, Rabu (1/7/2020).

Bansos mulai disalurkan pada awal Juli kepada seluruh keluarga dari pasien Covid-19 yang menjalani perawatan atau pun karantina.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com