Tak Ada Lagi Suara Merdu dari Tiupan Harmonika, Sang Maestro Kini Terbaring Lemah

Kompas.com - 03/07/2020, 09:24 WIB
Abdurahman Chadry atau yang akrab disapa Amang Genggong (kiri), saat ditemui di tempat tinggal saudara iparnya. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHAbdurahman Chadry atau yang akrab disapa Amang Genggong (kiri), saat ditemui di tempat tinggal saudara iparnya.

Amang mulai mengenal alat musik harmonika sejak dirinya ikut berlayar.

Pada saat itu Amang yang masih berusia belasan tahun sempat berlayar hingga Amerika Serikat.

"Kalau mulai bisa (mainkan) harmonika itu Januari 1954. Beli di pasar (Gresik), waktu itu Rp 1.500. Belajar sendiri (otodidak)," ucap Amang.

Amang mengaku jatuh hati dengan harmonika lantaran ia dapat memainkan berbagai nada yang diinginkan dalam satu alat musik. Baik alunan ritme, melodi, atau pun bass.

Sejak saat itu, Amang mulai melatih keterampilan memainkan harmonika.

Hingga dirinya mulai dipercaya oleh rekan atau pun orang yang mengenalnya untuk tampil unjuk kepiawaian dalam memainkan alat musik tiup tersebut.

Amang ingat betul pertama kali tampil di hadapan banyak orang tahun 1959, saat itu ulang tahun temannya.

Rekor MURI

Keahlian memainkan harmonika terus diasah. Kendati saat itu dirinya juga berprofesi sebagai guru bahasa inggris di sebuah lembaga belajar yang ada di Gresik.

Keahliannya itu membuat Amang mendapat perhatian dari orang-orang. Amang mulai diundang pentas hingga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 2012.

"Bahkan, kehebatannya memainkan harmonika dalam tiga suara sekaligus itu membuatnya masuk dalam salah satu dari enam pemain harmonika fenomenal di dunia," tutur seniman dan budayawan Gresik, Kris Adji AW.

Kris mengtatakan, nama Mbah Amang sendiri disejajarkan dengan Hermine Deurloo, pemain harmonika asal Amsterdam, Jason Ricci (Amerika Serikat), Toots Thielemans (Belgia), Jean-Jacques Milteau (Perancis), Hari Pochang atau Hari Krishnadi asal Bandung yang merupakan sahabat Almarhum Harry Roesli.

"Maka tidak heran kalau Mbah Amang disebut sebagai maestro harmonika yang sangat unik," jelas Kris.

Bagi Kris, sosok Amang merupakan salah satu ikon seniman Gresik. Ini karena dedikasinya melalui alat musik harmonika.

Amang juga kerap meraih predikat sebagai juara pertama pada lomba harmonika tingkat nasional yang diadakan Radio Suzana Surabaya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X