114 Penyelenggara Pemilu Diduga Dukung Paslon Independen di Pilkada Lamongan

Kompas.com - 02/07/2020, 23:56 WIB
Ilustrasi: Pilkada Serentak ANTARA FOTO/Nova WahyudiIlustrasi: Pilkada Serentak

LAMONGAN, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamongan menemukan sekitar 114 penyelenggara pemilu masuk dalam berkas dukungan pasangan calon perseorangan atau independen di Pilkada Lamongan 2020.

Selain itu, Bawaslu Lamongan juga menemukan tiga TNI, seorang polisi, 88 ASN, 10 kepala desa, dan 191 perangkat desa, yang masuk dalam daftar dukungan calon independen.

Baca juga: Gubernur Kalbar Ancam Copot Kepala Dinas yang Diam-diam Dukung Paslon di Pilkada 2020

"Dalam berkas dukungan yang diserahkan itu kami menemukan ada sebanyak 114 penyelenggara pemilu, baik PPS (Panitia Pemungutan Suara), ada pula yang sekretariat (PPK)," ujar Ketua Bawaslu Lamongan Miftahul Badar saat dihubungi, Kamis (2/7/2020).

Badar meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan memastikan kebenaran temuan itu. Apalagi, KPU Lamongan sedang melakukan verifikasi faktual dokumen dukungan pasangan calon perseorangan yang dilakukan sejak 29 Juni sampai 12 Juli.

"Karena sudah jelas status pekerjaan tidak membolehkan, beda dengan masyarakat umum. Untuk itu selagi saat ini verifikasi faktual dilaksanakan, ada baiknya untuk dilakukan cek fakta yang ada di lapangan," kata Badar.

Badar hanya ingin memastikan warga yang terdaftar dalam dokumen dukungan tersebut sesuai aturan.

Jika terbukti benar masih aktif bertugas dan dinas, Badar meminta nama mereka dicoret dari daftar dukungan pasangan calon karena tak memenuhi syarat.

Sementara itu, Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali mengatakan, pihaknya telah mengetahui hal itu.

KPU Lamongan akan memastikan dokumen dukungan tersebut saat verifikasi faktual.

"Manakala ada ketidaksesuaian antara bukti data dan nanti yang ada di lapangan, dan ketentuan itu tidak diselaraskan dengan posisi dukungannya, ya otomatis tidak memenuhi syarat," kata Mahrus.

Baca juga: Pilkada 2020, Khofifah Tunjuk 9 Pjs di Jatim

Mahrus juga menjelaskan, bisa saja hal itu terjadi karena pendukung tersebut akan purnatugas saat pemilu dilaksanakan.

"Ini yang perlu konfirmasi juga," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Setelah 9 Jam, Jenazah Multazam Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Gunung Piramid

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

4 Kasus Pasien Covid-19 Terjun dari Ruang Isolasi RS, Minta Dipulangkan dan Lompat Saat Petugas Shalat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

[POPULER NUSANTARA] Multazam Tewas di Jurang Gunung Piramid | Kerabat Luhut Meradang di Pilkada Medan

Regional
Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Seorang Nelayan Tewas Diduga akibat Ditabrak Perahunya Sendiri

Regional
Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Bukannya Melindungi, Guru Silat Tersohor di Kalsel Cabuli Muridnya hingga Hamil, Ini Faktanya

Regional
Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Dua Pekan Dirawat karena Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Banjarbaru Meninggal

Regional
Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Perpanjangan PSBB Tidak Cukup, Gubernur Banten Siapkan Langkah Ini

Regional
Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Selain Multazam, Pendaki Thoriq Rizki Juga Tewas di Gunung Piramid...

Regional
Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Pertama Kali, Burung Mandar Hitam Terlihat di Danau Limboto

Regional
Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Cerita Pilu Anak Dicabuli Ayah Tiri Selama 6 Tahun, Berawal Saat Ibu Opname karena Keguguran

Regional
Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X