Tembak Menembak Begal Vs Polisi di Oku Timur, Satu Anggota Luka, Pelaku Tewas

Kompas.com - 02/07/2020, 20:01 WIB
Ilustrasi garis polisi. SHUTTERSTOCKIlustrasi garis polisi.

 

OKU TIMUR, KOMPAS.com - Brigpol Marselly Wiyono anggota Polsek Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan harus dilarikan ke rumah sakit setempat lantaran mengalami luka tembak di paha kiri ketika sedang melakukan penangkapan Juni Mardianto yang merupakan pelaku begal.

Informasi yang dihimpun, kejadian tembak menembak polisi dengan begal itu berlangsung pada Rabu (1/7/2020) kemarin. 

Mulanya, pihak Polsek Buay Madang mendapatkan laporan seorang warga yang telah menjadi korban begal.

Baca juga: Begal Pura-pura Jadi Polisi, Wanita Pengendara Mobil Mewah Diborgol lalu Dirampok

Dari laporan tersebut, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan sampai akhirnya mendapati pelaku Juni di kawasan Jalan Tanggul, Desa Tebat Jaya, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur sedang mengisi bensin.

Namun, Juni yang melihat kedatangan polisi langsung berupaya melakukan perlawanan untuk melarikan diri.

Bahkan, pelaku melepaskan tembakan ke arah petugas sampai akhirnya mengenai paha kiri Birgpol Marselly.

Baca juga: Sebelum Rampok Pengemudi Pajero Sport, Polisi Gadungan di Palembang Juga Begal Pemilik Innova

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya mengatakan, mereka langsung melakukan tindakan tegas terhadap pelaku lantaran saat itu Juni memiliki senjata api.

Akibatnya, Juni pun tewas saat sedang dibawa menuju ke rumah sakit untuk mendapati perawatan.

"Pelaku tewas setelah kita berikan tindakan tegas, anggota atas nama Brigpol Marselly sekarang masih dirawat karena mengalami luka tembak juga dari pelaku ini,"kata Erlin melalui pesan singkat, Kamis (2/6/2020).

Baca juga: Mobil Kehabisan Bensin, 2 Pelaku Begal Taksi Online Ditangkap Polisi

Erlin menjelaskan, dalam aksinya, pelaku terbilang sadis dimana para korban akan dilukai jika tak menuruti kemauan dari Juni.

Selain itu, petugas juga mendapatkan barang bukti dua butir amunisisi aktif serta lima selongsong peluru.

"Pelaku ini sudah sering beraksi dan selalu membekali diri dengan senjata api rakitan dan saja. Jenazah tersangka sudah diserahkan ke pihak keluarga kemarin untuk dikebumikan,"ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X